Subscribe Us

NOKTAH


Sinopsis Cerita

Nayla Bahtiar dijuluki si Ratu shoping dan penggila pesta, karena suatu keadaan, hidupnya harus berubah sampai titik terendah. Ayah Nayla adalah seorang pengusaha sekaligus pejabat teras di negara para bedebah, harus ditangkap, karena sudah melakukan penggelapan uang milik negara, hingga akhirnya harus mendekam di balik jeruji besi. Harta yang dimiliki keluarganya, semua disita negara.

Pujian semu dan segala popularitas yang dimiliki Nayla, lenyap tak bersisa. Berganti dengan hinaan dan cacian. Hukum sosial yang dilakukan sang Ayah, ia pun harus ikut menanggungnya. Dan dihari yang nahas itu, ia juga harus kehilangan respect pada Ibunya, yang memilih pergi dengan Bule Prancis.

Galang seorang aktivis, laki-laki yang semula terlihat tulus, dan baik hati, menawarkan perlindungan, tapi dengan syarat harus mau dinikahi. Penderitaan Nayla ternyata belum berakhir, karena bukan kebahagiaan yang ditawarkan Galang, tapi tidak lebih menjadikan dirinya pelayan, yang segala keinginan laki-laki itu harus dipatuhi.

"Penderitaanmu jauh belum seberapa Nayla, dibanding hak rakyat yang sudah diambil oleh Ayahmu. Harusnya hukum mati jauh lebih pantas dirasakan oleh para koruptor, karena kemiskinan struktural yang dibuat oleh para perampok laci negara itu sudah merugikan banyak orang. Berbahagia diatas derita jutaan rakyat. Dan kamu ikut memiliki andil, dengan menikmati menghabiskan uang ayahmu dengan gaya hidup hedonis. Jika banyak rakyat merasakan pahitnya kemiskinan dinegri sekaya ini, kamu pun harus bisa merasakannya. Maka selamat datang digubug derita ini."

Cinta di Atas Bara Bagian 8

Malam terasa sangat dingin menusuk tulang. Sayyid duduk di tempat yang agak gelap tepi sungai Hudson dengan duduk mencangkung. Sungai Hudson selalu mengingatkannya akan Film Sully yang di ambil dari kisah nyata yang menceritakan tentang Peristiwa yang menghebohkan dunia. Menceritakan tentang pendaratan darurat pesawat US Airways 1549 di Sungai Hudson terjadi pada 15 Januari

Sullenberger merupakan mantan pilot jet tempur. Dia berhasil menyelamatkan lebih dari 150 orang setelah mendaratkan dengan selamat pesawat Airbus A320 di atas sungai dingin Hudson. Sullenberger mengarahkan pesawatnya ke sungai setelah dua mesin pesawat mati usai tabrakan dengan sekelompok burung.

Pesawat tersebut bertolak dari Bandara LaGuardia pada Kamis, 15 Januari 2009 pukul 15.26 waktu setempat menuju Charlotte, North Carolina. Pesawat baru saja mengudara selama tiga menit ketika gangguan itu terjadi.

Kemudian dengan pesawat mengapung di atas air, 150 penumpang dan 4 kru serta sang pilot keluar dari pesawat dan berdiri di atas sayap. Kapal-kapal bantuan datang dengan cepat sehingga seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum pesawat akhirnya benar-benar tenggelam.

Film Sully pun termasuk Film yang luar biasa bagus berada di posisi atas Film Box Office.

Tapi singkirkan dulu akan kekaguman Sayyid pada Film Sully. Pemuda itu terlihat sangat resah. Perang pemikiran berkecamuk di otaknya. Kembali ke Indonesia dengan membawa malu dan beban dosa, ataukah tetap disini dengan membela cinta. Hidup bersama dengan Aleya. Meski cinta pada gadis itu tidak sekuat ketika ia  pergi dari Indonesia dengan melawan kedua orang-orang yang sangat dicintainya.

Pesan dari Amir cukup mengguncang hati Sayyid. Abah dipenjara, dan Umi dirawat di rumah sakit. Lalu bagaimana dengan kelanjutan pesantren. Sedang kedua kakaknya berada diluar Provinsi, sama -sama sibuk jadi pengemban dakwah yang memiliki kesibukan padat dan santri yang harus di urus. Harusnya dirinyalah yang berperan melanjutkan aktivitas Pesantren di saat abah tidak ada. Hanya Amir yang mungkin menjadi harapan tonggak kemajuan pesantren.

Sayyid selalu ingat dengan nasehat Abah yang berpesan padanya untuk melanjutkan keberlangsungan pesantren ketika Abah sudah tidak ada.

"Kamu itu adalah pemuda yang umat menyimpan banyak harapan kepadamu akan tanggung jawab, agar islam kembali bersinar di muka bumi ini. Ilmumu harus dedikasikan semuanya untuk kemajuan umat. Dan bangunlah ketokohan yang kuat, karena menjadi orang berpengaruh itu sangat-sangatlah penting. Kita akan menjadi sandaran disaat mereka lemah, akan menjadi penerang disaat kegelapan, akan jadi penggerak ketika mereka terpuruk. Dan untuk menjadi seseorang yang memiliki pengaruh itu butuh proses yang panjang, figur ketauladanan, kepemimpinan yang teruji, kecerdasan, dan kepekaan. Semua itu haruslah bersinergi dan harus ada pada diri pemimpin. Sejauh apapun kamu pergi berkelana dimuka bumi, jangan terlena dengan negri orang. Tapi pulanglah, karena membangun negri sendiri jauh lebih baik." kata-kata Abah sebelum pertama kali Sayyid pergi ke Amerika kembali terngiang di kepalanya.

Dan ada rasa sedih yang menciptakan koyakan luka, ketika kepergian Sayyid yang kemarin terlihat Abah sangat kecewa luar biasa ketika ia membantah keinginan Abah. Mata laki-laki tua itu terlihat berkaca-kaca. Karena Sayyid anak yang menjadi kebanggannya telah menciptakan palung luka di hati Abah yang begitu dalam.

"Pergilah sejauh yang kamu mau, jika nasehat kami sudah tidak bisa menyentuh hatimu. Semoga ini bukan kesalahan Abi dan umimu dalam mendidik. Kamu sudah terlalu dewasa untuk bisa memilih mana yang baik dan mana yang salah. Namun jika kamu menyesali apa yang sudah kamu lakukan, dan mau mentobati segala dosa-dosamu. Maka pintu rumah akan selalu terbuka untuk menerima kamu pulang." suara Abah terdengar bergetar menahan rasa sesak luar biasa.

Sayyid tampak menghembuskan nafas beberapa kali. Ia sangat khawatir sekali dengan Abahnya. Dinginnya ruang penjara tentu tidak baik untuk kondisi kesehatan Abah. Kesalahan apa yang mendasari Abah ditangkap. Ia ingin bertanya hal pada Amir, namun sudah tentu laki-laki itu tidak akan menjawabnya. Karena kadung kecewa atas pilihan Sayyid.

Sayyid yang sedang termenung, dia tidak sadar jika ada dua pasang mata yang dari tadi mengintai gerak-geriknya. Dua bayangin hitam yang sudah terlatih, mereka sudah lama mengincar Sayyid, karena pemuda itu dinilai sangat berharga. Dan ini adalah kesempatan terbaik, biasanya gerak-gerik pemuda itu akan selalu diawasi dan diikuti kemanapun perginya. Namun entah kenapa malam ini Karl dan anak buahnya lengah.

"Are we going to approach him now?" tanya si pemuda bermata biru  menikut temannya dengan berbisik.

"Ya. Dan kuharap anak buah  Karl tidak memata-matainya. Kamu bius dia segera, dan bawa dengan cepat ke mobil. Kita juga harus memusnahkan chip yang ada ditubuh pemuda itu, agar Karl tidak mengejarnya."

Sipemuda bermata biru langsung meloncat dengan cepat membentuk siulet bayangan hitam dalam perjalanan malam menuju titik kulminasi. Ilmu bela diri laki-laki terlihat cukup tinggi. Karena dalam sekejap Sayyid sudah terkulai dengan lemas. Akibat usapan sabutangan yang dibubuhi obat bius. Pemuda bermata biru itupun sudah menghilang tanpa bisa diikuti oleh pandangan mata. Melarikan diri dalam keremangan malam. Tubuh Sayyid yang tinggi dan berisi seperti bukan sebuah beban.

Dan laki-laki teman simata biru sudah menungguinya dalam mobil, dan segera memberi tahu atasan tertingginya, kalau mereka sudah berhasil membawa Sayyid malam ini. Setelah itu ia segera mengemudikan mobilnya, dengan penuh kewaspadaan. Karena bisa jadi anak buah Karl mengikutinya.

Sedang si lelaki bermata biru mengeluarkan alat pelacak, untuk mendeteksi  dimana chip itu ditanam didalam tubuh Sayyid. Setelah terdeteksi dia segera mengeluarkan pisau bedahnya, mengeluarkan Chip itu, lalu mengeluarkannya ke jalanan. Ada suara lenguhan terdengar dari mulut Sayyid. Dia benar-benar merasakan sakit akibat cokelan pisau bedah. Tapi pengaruh obat bius merampas kewarasannya untuk beberapa jam kedepan.

"Bist du sicher, dass Karl uns nicht nachkommen wird?" tanya simata biru dengan bahasa Jerman. Karena menurutnya ini adalah langkah yang sangat beresiko dengan membawa Sayyid pemuda yang sudah lama menjadi incaran Karl. Dan laki-laki licik itu rela mengorbankan putrinya untuk mempermainkan hati Sayyid. Sehingga pemuda religius itu sudah begitu jauh melangkah. Bahkan nyawanya akan menjadi tumbal ambisi Karl Abraham Wilson, jika pemuda itu tidak mau di setting sesuai yang Karl inginkan.

"Kali ini aku yakin Karl akan kehilangan jejak Wil, asal kita bisa menyembunyikan Sayyid dalam beberapa waktu yang cukup lama. Kalau perlu kita hapus sebagian ingatannya. Jika perlu kita ubah wajah Sayyid menjadi wajah orang lain." saran lelaki berkulit coklat tersebut.

"Wow…pikiranmu jenius tapi terlalu kejam. Aku jadi teringat dengan Film Men in  Black. Dan tim peneliti AI berusaha mengembangkan sebuah sistem penghapus ingatan, ‘neuralyzer’,  karena terinspirasi karena dari film ini."

"Karena yang dibutuhkan Karl adalah kecerdasan otak Sayyid, untuk kepentingan pribadinya yang sangat berambisi menghancurkan dunia. Sedang yang dibutuhkan putrinya adalah cinta.  So, tidak ada cara lain jika bukan dengan cara itu."

Simata biru tetap tidak setuju. Sayyid memang aset yang harus dijaga. Menyembunyikan dia dari dunia untuk sementara adalah pilihan terbaik.

"Profesor pasti punya solusi terbaik bagimana cara menjaga Sayyid, dan membrain wash kembali pemuda ini agar kembali waras."

"You are right Wiliam. Let it be the Professor's job to think about Sayyid's next steps.  And he can be safe from the pursuit of Karl Abraham Wilson.  Our job is only to save him."
****
Bist du sicher, dass Karl uns nicht nachkommen wird?" (Apakah kamu yakin kali ini Karl tidak akan mengejar kita? )

Aku paling suka sama novel ini, meski sepi pembaca. Hanya di novel aku lumayan mikirnya berat banget. Hampir delapan tahun belum kelar-kelar endingnya. Kayanya dalam satu tahun hanya bisa nulis satu part.

Cinta di Atas Bara # Bagian 7

Setelah puas meratapi kegalauannya, Sayyid segera keluar dari balkon masuk menuju kamar. Dia sungguh sangat lelah. Wajah Umi yang menangis, terbayang dimatanya. Baru seumur hidup, ia menyaksikan Uminya menangis dan memohon jangan pergi. Biasanya Ummi tidak pernah seperti ini. Sebelum masuk kedalam kamar, hapenya berbunyi menandakan sebuah pesan watsapp masuk. Dari Amir. Sayyid segera membukanya, karena mendadak perasaannya tidak enak. Didera khawatir yang berlebihan.

Sayyid membuka pesan dari Amir dengan tangan gementar. Dua photo yang dikirim Amir, yang pertama adalah photo Ibunya yang sedang terbaring dirumah sakit. Dan photo kedua adalah photo Abah yang sedang giring ke mobil polisi, dengan dikawal banyak polisi.

'Sekarang sudah puas kan kamu Sayyid, ketika melihat Umi sakit dan Abah dituduh negara sebagai teroris. Ini permainan macam apa? Dunia terlalu gila, jika menuduh Abah laki-laki lembut dan kharismatik adalah dalang kekacauan dinegri ini. Ini semua pasti karena kamu Sayyid, karena kamu yang sudah bersekongkol dengan mereka.' tuduh Amir dalam pesan watsappnya.

Sayyid hampir saja limbung ketika membaca pesan itu. Tubuhnya mendadak lungkrah tidak berdaya. Jika Ummi tahu, Abah ditangkap, pasti akan membuat Ummi tambah drop. Sayyid menyenderkan tubuh kedingding. Ia menarik-narik rambutnya kesal. Matanya memerah menahan tangis. Salah besar jika mereka menuduh Abah seorang teroris. Abah laki-laki penyayang. Waktunya didedikasikan untuk membina umat. Banyak orang yang sudah ditolongnya. Bahkan ia tidak membeda-bedakan agama. Jika ada orang yang mebutuhkannya, akan Abah tolong. Karena kata Abah, agama tidak boleh menghentikan seorang manusia untuk berbuat baik. Bahkan Rasulullah pun mengajarkannya untuk berbuat baik pada pemeluk agama lain. Selama mereka tidak menyerang agamaNya. Terbukti Rasulullah bisa hidup berdampingan dengan orang-orang musyrik, nasrani dan Yahudi selama berada di Madinah.

Sayyid merasa dihantam oleh palu godam yang terasa menyakitkan.

Salah besar jika Amir menuduhnya, kalau ini semua adalah ulahnya. Ia pergi karena murni membela cinta, bukan untuk menghancurkan orang tua atau pesantrennya.

Dengan langkah gontai, Sayyid memilih masuk kamar. Berbaring mungkin bisa jadi pereda lelahnya. Namun ia terkejut ketika memasuki kamar, ada Aleya yang sedang terbaring dengan penampilan menantang. Dia sengaja memakai pakaian transparan untuk meluluh lantakan iman Sayyid.

"Sayang aku sudah siap, mendekatlah." ujar Aleya dengan suara menggoda.

"Shit…! Pakai bajumu!" geram Sayyid marah. Ia bukan pria munafik, melihat wanita seksi pasti tergoda. Tapi bukan saat seperti ini, yang pikirannya sedang kacau.

"Kenapa? Biasanya kamu suka." Aleya mendekat.

"Aleya, please…aku sedang banyak pikiran."

"Ayolah Sayyid, aku sangat kangen sama kamu. Kamu juga pasti begitu." Aleya memeluk tubuh Sayyid, tapi Sayyid segera mendorongnya perlahan.

"Aku tidak suka kalau kamu murahan seperti ini. Menghindarlah…" Sayyid segera mengambil Jaket yang tergantung didekat pintu. "Aku msu pergi keluar, pakai bajumu kembali." setelah itu Sayyid melangkah keluar kamar dengan terburu-buru. Ia sangat takut Aleya akan mengejarnya. Benar kata Amir, jika perempuan adalah racun dunia, yang membuat imannya luluh lantak.

Sayyid menyeret kakinya tak tentu arah. Ia benar-benar sedih dan kecewa. Kabar dari Amir cukup mengguncang jiwanya. Dingin kota Mahanttan, tidak menyurutkan langkahnya. Ia tidak peduli dengan Jacket tipis yang dikenakannya, tidak mampu menghalau rasa dingin yang menjalar. Tadi, ia tidak sempat mengambil Jakcket yang cukup tebal, karena Aleya pasti akan memaksanya jika Sayyid masih dikamar itu. Dulu ia suka dengan Aleya yang liar dengan tubuh menggodanya. Tapi sekarang, setiap dekat Aleya, yang terngiang-ngiang adalah kata-kata Amir dan wajah sedih Umminya.

Tujuannya kali adalah ingin menenangkan diri, sambil memandang riak air, ditepi sungai Hudson. Ia tidak peduli dengan omongan teman-temannya, harus berhati-hati jika bepergian dimalam hari. Apalagi menepi disungai Hudson. Saat dibunuh bisa langsung dilempar ke sungai. Paling mayatnya mengambang, akan ditemukan esok hari. Dan akan masuk berita kriminal di koran lokal Newyrok, masuk media online, juga jadi berita sekilas di Televisi.
*****

Aleya menemui Karl, ayahnya dengan wajah berlinang. Gadis itu sangat sakit hati dengan penolakan Sayyid tadi. Dia jadi terlihat seperti perempuan murahan, meskipun memang sangat murahan.

"Warum liebst du?" tanya Karel menatap putrinya penuh khawatir. Ia segera menggulung peta yang sedang dipelajarinya, sebelum kedatangan Aleya.

"Sayyid mengabaikan aku, Dad." Aleya mengadu pada Ayahnya.

"Why?"

"Aku secara nggak sengaja menanyakan kabar orang tuanya. Sayyid langsung muram dan berdiam diri dibalkon. Saat aku mendekat dia menyuruh aku pergi."

Karl menatap putrinya dengan sorot khawatir. Biasanya Aleya tidak seperti ini. Semenjak mengenal Sayyid, putrinya jadi banyak berubah. Kecintaannya pada Sayyid sudah terlalu dalam. Disatu sisi ada keuntungan yang bisa didapat, tapi disisi lain akan membahayakan putrinya yang secara emosi jadi labil. Ini tidak akan baik. Putrinya harus jadi wanita tangguh, karena organisasi tempat mereka mengabdikan diri, butuh dedikasi dan loyalitas tinggi.

"Mungkin kamu harus lebih berusaha keras lagi, my princes. Ikat Sayyid dengan pernikahan." saran Karl.

"Bagaimana kalau dia menolak, Dad?"

"Bagi orang yang hidup didunia Timur,  pernikahan jauh lebih baik, ketimbang samen laven. Sayyid harus diikat oleh pernikahan dan anak. Karena kita sangat membutuhkan Sayyid ."

"Sepenting itukah Sayyid bagi organisasi kita Dad?"

Karl mengangguk.

"Dia adalah calon ilmuwan dimasa depan yang sangat cerdas, princess. Sangat cocok jika kamu ada disampingnya. Jangan sampai pemuda itu kembali kenegrinya, lalu mengembangkan penelitian tentang nuklir disana. Dan kecerdasannya akan dimanfaatkan serta dibiyai oleh aktivis muslim. Suatu saat, kekuatan mereka akan menghantam kita dengan senjata-senjata pemusnah masal seperti nuklir atau biokimia. Dad mengkhatirkan prediksi Will Durent itu benar. Abad ke 20 adalah kebangkitan muslim dibawah new Chaliphate.

Pada Desember 2004, Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council/NIC) merilis laporan dalam bentuk dokumen yang berjudul Mapping The Global Future. Dokumen ini berisikan prediksi atau ramalan tentang masa depan dunia tahun 2020.

Dalam dokumen tersebut, NIC memperkirakan bahwa ada empat hal yang akan terjadi pada tahun 2020-an yakni:

Dovod World: Kebangkitan ekonomi Asia; Cina dan India bakal menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

Pax Americana: Dunia tetap dipimpin dan dikontrol oleh AS.

A New Chaliphate: Kebangkitan kembali Khilafah Islam, yakni Pemerintahan Global Islam yang bakal mampu melawan dan menjadi tantangan nilai-nilai Barat.

Cycle of Fear: Muncul lingkaran ketakutan (phobia), yaitu ancaman terorisme dihadapi dengan cara kekerasan dan akan terjadi kekacauan di dunia—kekerasan akan dibalas kekerasan." jelas Karl.

"Dari dokumen tersebut, jelas sekali bahwa negara-Negara Barat meyakini bahwa Khilafah Islam akan bangkit kembali. Menurut mereka, Khilafah Islam tersebut akan mampu menghadapi nilai-nilai peradaban Barat.

Jika Khilafah bangkit, kita akan dilibat habis. Maka saat ini, kita berusaha menawarkan kepada para pemuda muslim yang cerdas seperti Sayyid, sebuah pekerjaan yang menggiurkan ketika mereka sudah menyelesaikan pendidikannya. Jika tidak mau, kita akan bunuh mereka."  Tambah Karl sambil memperlihatkan sebuah artikel penting, tentang siapa saja Ilmuwan muslim yang sudah berhasil dibunuhnya.

Aleya membaca dokumen yang disodorkan oleh Ayahnya.

Pembunuhan insinyur penerbangan Tunisia yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas menyoroti Mossad, badan intelijen zionis yahudi yang diduga banyak membunuh ilmuan Islam.

Mohamed al-Zawari ditembak mati pada bulan Desember di luar rumahnya di kota Sfax di tenggara Tunisia. Hamas dengan cepat menyalahkan Israel atas pembunuhan itu, mengatakan sang insinyur dibunuh setelah mengawasi Program drone Hamas.

Al-Zawari merupakan salah satu diantara sejumlah ilmuwan dan aktivis Muslim yang diyakini dibunuh oleh intelijen zionis.

Pada tahun 1967, ilmuwan nuklir Mesir Samir Naguib tewas dalam kecelakaan mobil di AS. Naguib dilaporkan berencana untuk kembali ke Mesir pada puncak perang melawan Israel untuk membantu memulai program nuklir Mesir ketika ia dibunuh.

Ilmuwan nuklir Mesir lainnya, Yahya al-Mashad, yang memimpin program nuklir Irak, dibunuh di sebuah kamar hotel di Paris pada tahun 1980.

Pada tahun 1991, fisikawan Lebanon Rammal Hassan Rammal meninggal dalam keadaan misterius di Perancis.

Pada tahun 1993, penulis Mesir Gamal Hemdan meninggal dalam kebakaran di apartemennya di ibukota Mesir. Kerabatnya menyatakan ia dipukul di kepala dan draft buku tentang Yahudi dan Zionisme yang sedang ditulisnya menghilang.

1997, agen Mossad juga mencoba – namun gagal – untuk membunuh Kepala politik Hamas Khaled Meshaal di Yordania dengan menyemprotkan racun ke telinganya.

Pada tahun 2004, ilmuwan nuklir Irak Ibrahim al-Dhahiri ditembak mati saat ia mengendarai taksi di kota Baquba di barat Irak.

Analis percaya bahwa pembunuhan ilmuwan Muslim adalah taktik Israel untuk mencegah negara-negara Muslim mendapatkan nuklir dan memahami teknologinya.

“Israel melihat Muslim yang memiliki alat-alat teknologi sebagai bahaya,” analis politik Turki Mustafa Ozcan mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (18/02/2017).

“Mereka tidak ingin umat Islam melakukan terobosan di bidang ini, sehingga mereka menargetkan para ilmuwan [dari negara-negara mayoritas Muslim seperti] Mesir, Irak, dan Pakistan,” katanya.

Analis Turki mengutip penghancuran reaktor nuklir Irak dalam serangan udara Israel sebagai contoh upaya Israel untuk mencegah negara-negara Muslim untuk memiliki pengetahuan nuklir.

Pada pertengahan tahun 1981, pesawat tempur Israel menyerang reaktor nuklir yang dibangun oleh Irak di tenggara Baghdad.

“Namun Israel menolak untuk mengomentari pembunuhan ilmuwan Muslim untuk menghindari diangkatnya masalah ini di tingkat internasional,” kata Ozcan.

Hatem al-Zoabi, seorang penulis Swedia asal Suriah, mengemukakan pendapat yang sama.

“Pembunuhan ilmuwan Muslim oleh Mossad bertujuan mencegah negara-negara tersebut mengembangkan penelitian mereka,” katanya kepada Anadolu Agency.

Dia berpendapat bahwa Israel “menargetkan setiap Muslim yang bisa membantu mengembangkan negaranya dalam bidang apapun”.

Aleya bergidik ngeri.

"Jadi pertahankan Sayyid, jika kamu tak ingin kehilangannya. Karena bisa saja suatu saat dia berubah. Dan kamulah yang harus membunuhnya." tegas Karl.

"Harus begitukah akhir cinta kami, Dad?"

"Ini bagian dari uji loyalitas, nak. Kamu jangan lupa, Dad juga harus kehilangan Ibumu ketika dia jadi pembelot. Karena kalau tidak, seluruh keluarga kitalah yang akan mati. Keujung duniapun kita berlari, kita pasti akan ditemukan. Susul Sayyid sekarang, dia ada ditepi sungai Hudson."

"Dad tahu juga sekarang Sayyid ada dimana?" Aleya terperangah.

"Ayah sudah menanamkan Chip ditubuhnya, biar mudah melacak jejaknya."

Aleya baru sadar tentang siapa Dadnya. Tentu saja, bagi Dad yang sudah bertahun-tahun tergabung dalam oraganisasi Mossad, akan sangat terlatih dan terencana dalam melakukan sesuatu. Aleyapun segera bangkit berdiri untuk menyusul sang kekasih. Bersambung

Ada banyak upaya yanh dilakukan Yahudi untuk membantai umat Islam. Genocida melalui senjata pemudnah masal, Brainwas para cendekiawan muslim, target pembunuhan para ilmuwan muslim, dan menjauhkan para generasi muslim melaui 4F yaitu Food,Fashion,Fun and Film. Bangkitlah wahai generasi muslim, karena mereka sudah mengepung kita dari berbagai lini. Cinta di Atas Bara hanya menceritakan sebagian kecil, rusaknya pemuda yang menjadi incaran MOSSAD karena kecerdasannya yg suatu saat akan membahayakan dunia. Bangkitnya New Chaliphate adalah ancaman seperti yg dikatakan Will Durent Ilmuwan Barat.