Subscribe Us

Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Pemimpin Dunia Bungkam dengan Permasalahan Uigur

Diskrimasi China terhadap muslim Uighur sudah di luar batas kemanusiaan. Satu juta Muslim Uighur disekap di sebuah kamp-kamp khusus itu yang terjadi pada bulan Agustus dengan dalih untuk memerangi ektrimisme. Muslim Uighur juga di paksa untuk ikut partai komunis China. Kemana para pemimpin dunia muslim? Mereka mendadak bungkam.

Muslim Uighur merupakan etnis minoritas muslim yang bertempat tinggal di provinsi Xinjiang,China. Mereka membentuk sekitar 45 persen dari populasi warga di sana. Muslim Uighur adalah etnis keturunan Turki yang menjadi warga kelas dua di negaranya sendiri. Hanya karena mereka menjadi muslim minoritas di negara pengusung komunis.

Kebebasan beribadah di Uighur adalah hal yang teramat sulit. Larangan berpuasa, salat dan menampilkan atribut-atribut keislaman adalah sesuatu yang sering terjadi. Namun muslim Uighur lebih takut pada Tuhannya di bandingkan tekanan dan siksaan pemerintah. Sangat berat sekali tantangan menjadi muslim Uigur di bawah tekanan rezim komunis China.
‘Menurut laporan dari pengamat HAM, Mereka di perlakukan secara tidak manusiawi. Setelah di kirim ke pusat penahanan, mereka di pakasa untuk mematuhi propaganda Partai Komunis. Muslim Uighur ini diperintahkan menyanyian lagu-lagu kebangsaan dan slogan komunis. Mereka juga diwajibkan menghadiri sesi cuci otak setiap hari. Jika gagal mematuhinya, mereka disiksa dengan berbagai metode seperti dilarang tidur, dikurung diruang isolasi, hingga berbagai penyikasaan fisik lain.’ Dikutip dari Merdeka.com
Dan muslim Uigur juga di perlakukan sebagai musuh negara karena identitas agama mereka yang muslim. Mereka di perlakukan secara tidak manusiawi. Dan sangat menyedihkannya permasalahan Uighur ini tidak memicu kemarahan dunia secara global kendatipun ada hanya sampai pada tahap kritik belum ada tindakan lain. Bahkan pemimpin dunia Islam di buat bungkam. Seperti halnya dengan pemimpin Indonesia yang tidak bisa berkutik untuk menyuarakan kedzaliman China terhadap muslim Uighur.
Bungkamnya pemimpin Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia cukup menjengkelkan. Pengaruh besar China terhadap Indonesia memang tidak diragukan lagi. Terutama banyaknya hutang Indonesia terhadap China membuat negeri ini tidak bisa berkutik. Hingga akhirnya tidak mampu menyuarakan kekejaman yang di lakukan pemerintah China yang telah melaukan kejahatan kemanusiaan yaitu melakukan pelanggaran HAM.

Dan diamnya dunia Islam karena China telah menjadi mitra dagang utama setiap negara mayoritas muslim. Banyak dari negara muslim tersebut adalah anggota Bank Investasi Infrastruktur Asia yag di pimpin oleh China atau berpastisipasi dalam Insiatif Sabuk dan Jalan China. Untuk Asia Selatan ada investasi Infra struktur.

Sedang untuk Asia Tenggara China adalah pasar utama komoditas kelapa sawit dan batu bara. Sedang untuk Timur Tengah mendapat keuntungan dari China karena China adalah importir terbesar minyak dunia dan penggunaan gas alamnya meningkat pesat. Sehingga banyak negara di timur tengah yang memiliki ketergantungan ekonomi pada China. Maka adalah sesuatu hal yang sangat wajar jika para pemimpin muslim bungkam. Jika mereka mengotak-atik masalah Uighur otomatis hubungan positif mereka dengan China akan ternodai. Jadi diam adalah cara terbaik di banding mengurus pelanggaran HAM yang terjadi di Uighur. Yang terpenting simbiosis mutualisme diantara para pemimpin Negara muslim dengan China tetap terjaga.

Fakta sejarah yang tidak bisa di sembunyikan di saat umat islam berhasil menguasai dunia maka agama-agama lain di biarkan hidup dengan bebas dan aman. Mereka juga mendapat tempat istimewa di bidang pemerintahan, seperti halnya yang pernah terjadi di masa Bani Umayah. Selama satu abad kementrian keuangan di pegang secara turun-temurun oleh keluarga Kristen.
Tapi, ketika non muslim berkuasa – maka selain agama yang berkuasa,agama Islam akan habis di tumpas. Bahkan terjadi genocide atau killing field. Seperti yang pernah terjadi di Spanyol, ketika kejayaan Islam di Andalusia jatuh di kalahkan raja Ferdinad dan Isabella. Maka pembunuhan, kristenisasi atau Evakuasi. Sedangkan islam adalah agama kemanusiaan yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusi tanpa membedakan bangsa, agama, atau warna.

Dalam islam menjaga wilayah kaum muslimin adalah suatu kewajiban baik dari ganguan internal maupun eksternal.Hal ini berkaitan dengan keselamatan jiwa, harta dan kehormatan kaum muslimin.
Imam haramain Al-Juwaini berkata, “Perhatian imam dalam menjaga perbatasan negeri kaum muslimin adalah hal yang penting, yaitu dengan menjaga benteng-benteng, memenuhinya dengan bahan makanan dan persediaan air, membangun parit, perlengkapan perang dan peralatan untuk bertahan dan menyerang, dan hal ini menuntut adanya para pasukan yang menjaga setiap perbatasan.” (Giyatsul Umam, hal 156)
Hanya islam ajaran yang penuh dengan toleransi dan sangat menghargai pemeluk-pemeluk agama lainnya. Tidak diskriminatif dan tidak membeda-bedakan. Hal ini menunjukan bahwa islam adalah agama yang cinta akan kedamaian. Ajarannya bersifat universal untuk seluruh umat manusia. Sangat berbeda ketika non-Muslim menjadi mayoritas. Umat islam selalu mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dan refresif [] opini ini pernah diterbitkan di Media Oposisi

ABORSI REMAJA: BUKTI LEMAHNYA PERAN ORANG TUA, AGAMA, DAN NEGARA


Kasus aborsi di Indonesia kian hari semakin meningkat tajam. Berdasarkan prakiraan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN), sekitar dua juta kasus aborsi terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Artinya, ada dua juta bayi dibunuh dalam satu tahun. Kasus aborsi ini, yang sebagian besar terjadi di kalangan remaja, menjadi penyumbang utama penyebab kematian yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Menurut beberapa penelitian, kasus kehamilan di luar nikah mengalami peningkatan sebesar 29,8%. Sebagian remaja memilih untuk menggugurkan kandungannya melalui aborsi.
Banyak faktor yang menyebabkan remaja nekat melakukan aborsi. Pertama, mereka malu karena hamil pada usia sekolah kemudian memilih aborsi sebagai jalan untuk menutupi aib tersebut. Memang, masyarakat kita masih memegang adat ketimuran sehingga hamil di luar nikah merupakan hal yang sangat memalukan. Maka dari itu, remaja putri yang hamil di luar nikah akan mendapatkan hukuman sosial berupa cibiran dan diremehkan oleh lingkungan sekitarnya. Kedua, pasangan belum siap bertanggung jawab untuk mengesahkan hubungan mereka melalui ikatan pernikahan sehingga aborsi adalah pilihan yang dianggap mampu menghapus dosa yang telah mereka lakukan. Ketiga, pasangan juga belum siap menjadi orang tua atau bahkan remaja putri yang melakukan aborsi adalah korban pemerkosaan.

Pergaulan bebas remaja saat ini semakin tidak mengenal batas. Ditambah lagi, pengetahuan remaja tentang agama begitu minim. Rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar mereka juga tidak memberikan pemahaman agama yang baik untuk kehidupan remaja dewasa ini. Hal inilah yang membuat mereka semakin salah arah. Pasangan remaja yang berpacaran sudah tak segan lagi memamerkan kemesraan mereka di depan umum. Namun, pada akhirnya, bila terjadi kehamilan di luar nikah, pihak perempuanlah yang menjadi korban.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Mereka mengalami fase yang sangat labil sehingga mudah sekali dipengaruhi oleh beragam pemikiran negatif dari teman-temannya. Sebenarnya, hal ini tidak mungkin terjadi apabila rumah tempat mereka bernaung merupakan tempat ternyaman, tidak hanya bangunannya, tetapi juga para penghuninya. Segala sesuatu, baik positif maupun negatif, berawal dari dalam rumah.

Pengasuhan yang baik dan sosok orang tua yang mampu menjadi teladan sangat berpengaruh terhadap psikologis, pola pikir, dan sikap mereka. Sosok ayah memiliki peran yang sangat besar terhadap anak, terutama anak perempuan. Seorang anak perempuan yang memiliki kedekatan emosional dengan ayahnya akan sulit dipengaruhi oleh pesona dan jeratan cinta laki-laki di luar sana. Dia akan berpikir dan bertingkah laku dengan penuh pertimbangan ketika virus merah jambu menjangkitinya. Baginya, ayahnya merupakan sosok sempurna dalam hidupnya yang selalu siap menemani masa remajanya yang penuh dengan tantangan. Sang ayah baginya adalah pria yang senantiasa menyediakan pundak tempat dia bersandar ketika lelah menghadapi beragam problematika pada masa remajanya.

Dengan demikian, solusi atas permasalahan aborsi ini adalah peningkatan kualitas pengasuhan di keluarga. Ketika keluarga kehilangan kontrol terhadap anak-anak perempuannya yang sedang berada pada masa remaja, dia akan mencari sosok laki-laki di luar sana yang mampu membuatnya merasa nyaman dan membuatnya bahagia. Dia tidak peduli apakah laki-laki tersebut akan menghancurkan masa depannya di kemudian hari atau tidak. Kesibukan orang tua dalam mengejar materi hingga tidak memiliki waktu luang yang berkualitas dengan anak-anak mereka adalah awal dari masalah aborsi ini.
Sistem negara yang menganut sekulerisme juga berperan menjadikan akhlak remaja kita rusak. Ditambah lagi, industri film tidak berkualitas yang merusak moral, situs-situs pornografi yang bertebaran di internet, lagu-lagu bernuansa cinta melenakan yang kerap dikumandangkan adalah penyebab-penyebab lain atas kerusakan moral remaja saat ini.

Seandainya pemerintah bertindak tegas demi melindungi generasi remaja dari kerusakan moral, tentu segala permasalahan yang terjadi pada generasi saat ini dapat terselesaikan dengan baik. Namun, pemerintah seolah melakukan pembiaran dan ikut mendukung para pemilik modal menanamkan dana mereka dalam industri hiburan dengan alasan mereka mampu menyumbang pajak untuk negara, meskipun generasi mudanya yang menjadi tumbal.
Aborsi dalam Islam tentu sangat dilarang karena berdampak besar baik terhadap dirinya maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Islam menetapkan sanksi tegas bagi pezina dan pembunuh, yaitu rajam dan kisas (qishos). Allah tentu tidak akan menurunkan ayat tentang larangan zina apabila tidak berdampak besar bagi keberlangsungan hidup umat manusia di masa depan: Islam sangat menjaga kemuliaan nasab seorang anak manusia.

وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۗ ٣٣
33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar.
Berdasarkan ayat di atas, aborsi sangatlah dilarang dalam Islam. Allah sangat menyayangi hamba-Nya dari perbuatan buruk sehingga memberikan aturan tegas ini.

Pergaulan bebas cepat atau lambat akan menghilangkan fitrah manusia dengan sendirinya. Hal ini dapat kita lihat dengan maraknya berbagai macam kerusakan moral yang menimpa negeri ini: LGBT, narkoba, dan seks bebas.

Untuk menghindari pergaulan bebas ini dan dampak buruk yang akan ditimbulkannya di masa depan, Islam sudah mengatur aturan-aturan yang harus ditaati oleh para pemeluknya; di antaranya ialah menutup aurat, menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, tidak bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, dan senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan.
Jika seluruh aturan ini diterapkan dalam diri semua umat Islam dan rumah menjadi pilar utama dalam menjaga remaja agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, niscaya mereka tidak akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Selain itu, negara sebagai tempat bernaung semestinya menjaga kesalehan seluruh rakyatnya melalui penerapan hukum Islam secara holistis. ( Pernah diterbitkan di Media Oposisi )

DEGRESI MORAL REMAJA HASIL PENDIDIKAN ERA SEKULER


Kerusakan  remaja muslim Indonesia saat ini benar-benar berda dalam titik yang sangat mengkhwatirkan.  Demokrasi yang  kebablasan yang di dukung dengan media- media sekuler yang meracuni remaja-remaja labil untuk hidup dalam dunia yang penuh dengan senang-senang, mengiring mereka pada kehidupan yang hedonis. Kehidupan mereka di design untuk hidup seragam jadi pengikut  para industri kapitalis untuk Fun  dan selalu Fashionble. Tak peduli life syle mereka rusak dan memiliki mindset sampah yang penting hidup gue senang.

KRISIS PANGAN MENJADI ANCAMAN DUNIA GLOBAL


Tantangan ketahanan menjadi isu yang hangat di perbincangkan oleh dunia saat ini. Dipicu dengan pemanasan global dan perubahan iklim, menjadikan musim hujanpun tidak menentu. Dan ini tentunya menjadi ancaman bagi para petani yang sumber pengairan sawahnya sangat bergantung pada guyuran air hujan. Ketergantungan pada iklim yang semakin tidak menentu ini, tentunya akan menjadi ancaman juga untuk ketahanan pangan baik skala nasional maupun global.

REMAJA SADIS DAN BENGIS SALAH SIAPA?

Benarkah bahwa sebagian  remaja saat ini, sadis dan bengis? Contohnya adalah  kasus Audrey yang menjadi trending topic di media saat ini, membuat publik bereaksi. Kita pasti bertanya, kok bisa anak remaja sesadis itu? Menyiksa anak SMP hanya karena masalah asmara, yang berawal karena pelaku tidak terima dengan komentar korban di Facebooknya. Di sini Audrey bukan sebagai perebut, dia hanya saudara sepupu dari cowok yang pernah jadi pacar pelaku.  Mungkin pelaku merasa tersinggung dengan komentar korban hingga melakukan penganiayaan super sadis seperti itu. 

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ERA MILINIAL


Pendidikan adalah tolak ukur majunya sebuah peradaban bangsa. Namun jika dalam pendidikan itu banyak sekali problematika yang di hadapi dan pemerintah kurang fokus memberikan perhatiannya pada masalah pendidikan akankah peradaban bangsa yang unggul  bisa tercapai. Menurut data UNESCO Indonesia menempuh angka ke 60 dalam tingkat membaca  ini merupakan sebuah bencana intelektual yang di hadapi bangsa ini. Fakta ini di perparah dengan kualitas pendidikan Indonesia dari 69 negara memasuki jajaran bawah menjadi cermin kuantitas dan kualitas tenaga pendidik yang dimiliki Indonesia. Serta masih banyaknya gedung sekolah yang belum memadai serta sangat minim fasilitas media pembelajaran dan nasib guru honorer masih terkatung-katung, di gaji tidak layak semakin kompleks permasalahan yang di hadapi dalam dunia pendidikan. Semakin bertambah berat perjuangan para pendidik dalam mendidik generasi di tengah lingkungan yang semakin dilematis dengan  kebobrokan moral.

RUSAKNYA INSTITUSI KELUARGA MUSLIM ERA MILENIAL

Kemunduran kaum muslimin yang terjadi saat ini,memiliki pengaruh yang sangat besar. Rapuhnya institusi  keluarga adalah salah satu bukti sebuah kemunduran yang efeknya sangat dasyat dihadapi keluarga muslim saat ini. Keluarga adalah benteng terakhir yang saat ini perannya diserang dari berbagai lini,hingga akhirnya mengalami kehancuran yang cukup mengkhawatirkan. Kuatnya racun sekularisasi pemikiran yang menyerang keluarga muslim, mengakibatkan generasi yang dihasilkan keluarga muslim saat ini jauh dari apa yang diharapkan. Tidak berfungsinya peran ayah dan ibu, membuat anak-anak mengalami krisis ahlak. Gwazhul fikr berhasil melibas anak-anak muslim kehilangan identitas kemuslimannya.

MENJADI PEREMPUAN MULIA

Menjadi perempuan mulia diakhir zaman itu tidak mudah. Kita mungkin susah sekali menggapai posisi mulia para wanita-wanita yang di kisahkan dalam Al- Qur,an. Seperti Bunda Khodijah yang seluruh hartanya habis untuk perjuangan dakwah islam, Fatimah putri nabi tercinta, Asiyah istri Fir'aun dan Mariyam putri Imron. Tapi setidaknya berjuang untuk mendekati posisi itu pasti bisa diupayakan.

When the World Is Not Fair for Women

Discussed about VA involved in online prostitution that shocked the media, with continuous blow-ups becoming hot news that beat other cases. There is a bit of disappointment with the media at this time which only cornered one party, even though there were three parties involved in this case. Sek workers, pimps and customers. But why is it that only one person is persecuted, namely women?

VA acts, it cannot be justified by any religion, moreover he lives in a country that holds high in the customs of the east. We don't live in western countries that are free to do one stand or samen laven. But if the media wants to be fair, mention the three related parties. And if the State wants to take preventive action, because it wants to uphold the values ​​of the Godhead that do not conflict with the Pancasila, there should be sanctions for deterrent effects for the three perpetrators in this prostitution network.

But the Criminal Code is not able to ensnare it, sanctions only apply to pimps. Whereas in this case there is a symbiosis of mutualism, there are no disadvantaged parties in this online prostitution transaction.

The social law will clearly be accepted, especially for VA. Not everyone is able to face the attitude of the julid netizens or the people in the real world. He will bear the shame for the rest of his life, as a result of what he has done. Although someday, it could be a better life he has lived, but can people accept it with open arms without bringing up his past? This social law is more cruel, especially for women.

Why do heavier women receive social sanctions? Because they are mothers. His shoulder has the burden of giving birth and educating generations.

Women are always seen from their past, even though their future is better. Sometimes this does indeed feel unfair. Women must not be tarnished. Must be pure, white as cotton. He is often in a difficult position. When there are cases of infidelity, the household is destroyed, the child is damaged, again the women are blamed. Even though in this problem, men have a big share too. But why is it always the women who are always on the wrong side?

If you want to think clearly, actually the lack of the role of men as leaders in the household makes these women damaged. Why can men be blamed? Because the Qur'an emphasizes the role of fathers in children's education. While the reality that occurs today, the biggest role is charged to the mother. Even the role of earning a living, mom does it. Which ultimately weak shoulders become brittle due to most loads. Until when it is unable to bear the burden, it will be a very dangerous explosion. Damage to the household pillars due to infidelity, domestic violence, children caught in promiscuity, etc.

Father is the main pillar of the strength of a family, if the role of a weak father do not expect much of a harmonious family that is awaited by Heaven.

Today there are many cases of divorce, because men as leaders do not have exemplary figures, so they are easily entangled by seductive women there. Then the affair arises resulting in divorce. Men who have little role in fulfilling their family needs, men who are not able to be role models for their daughters, and their daughters seek love outside the home, and eventually anchor love to the wrong men. And often changing partners can be an outlet for all his disappointments in the past.

Men who are cautious and responsible will surely give birth to a healthy family. Educating his wife's child well, not suffering him.

When the role of men in the family does not have a strong foundation of faith, then disaster can come at any time.
Many women in this world do not get exemplary father figures. Father is rude, playing physically, even many who do not care about their daughters. And this is what causes her daughter in adulthood to have a less pleasant personality in society, due to a very bad father figure. So it feels less elegant, if every problem occurs, then women are always judged? If the mistake is shared fairly, without one being cornered one of them, that is the thing that should be.

Despite the bad attitude of women, there must be men who have damaged it. And the bad role of the family causes it all. If you want to give birth to a good generation, then improve your family foundation first. Fathers and mothers who work together will be able to realize the birth of a healthy generation. Psychologically healthy, naturally healthy.[]

Shocked Mr. President Regarding Teacher Salaries


The latest viral news was suddenly crowded in social media. Status milling about on the Facebook homepage. Asking Mr. Unbelief The President about the existence of 300 thousand private teacher salaries. So the netizens are happy to comment, 'Where have you come, sir? Want to approach the new presidential election discussed. So don't run away if a teacher wants to take a demonstration to the palace? And there are many more responses, more spicy for Mr. President.

Starting from President Joko Widodo (Jokowi) receiving the arrival of the Indonesian Teachers Association (PGSI) at the State Palace, Jakarta. In front of Jokowi, PGSI coach Abdul Kadir Karding told sadly that teacher salaries were still found below the regional minimum wage (UMR).

"They are education fighters, sir. They earn an average of Rp. 300-400 thousand per month that has not been certified. Those who have already been certified are equivalent to MSEs (city / district minimum wages)," said Karding at the State Palace, Jalan Medan Merdeka Utara, Central Jakarta, Friday (1/11/2019). quoted from detik.com

It is very strange if the leaders of the country are not aware of the fate of their generation printers. The 300 thousand salary has become old news, some even below it. It's already been paid every three months. Not only private, but also a lot of state schools. The burden of educating may be heavier in the private sector, especially those based on Islam.

The education of honorary teachers in this country is indeed very heavy. Even though the burden of teaching is the same as the PNS teacher. So it is only natural if there is an appointment for CPNS, which is very large. All competing to become state teachers, to get a fairly large salary. There are those who justify all means by walking riswyah / bribing so they can pave the way to get the title of civil servants even though they have to pay tens of millions.

Is it wrong if the teachers want to get a decent life for their survival?

Actually there is nothing wrong. In fact, the state must have considerable attention to prosper the fate of the nation's generation of printers. Suppose there were no more teachers willing to teach in this country, who were more interested in working in the fields that were living their lives, this was a dangerous threat. Waiting for a terrible setback. The effect is greater than the tsunami. Delivering the people towards the dark ages.

Today, the teacher's work is getting harder. Curriculum 13 makes teachers more stressful, especially for teachers who are not ready for change. Those who are ready are still many that are made in the territory. Many teachers are still clueless, especially the old generation, who are still comfortable using old traditions. Behind that is a lot of administration that must be done by the teacher, who sometimes has to be taken home. The work of teachers is increasing. It's complicated and time consuming. So the task that actually educates is a little neglected. So our current generation is poor and does not reward the generation of experts in the field. And it will be very dangerous when the role of education produces a poor generation of adab.

The struggle of the teachers to achieve certification and towards the path of civil servants was even more complicated. Full of convoluted roads.

Different from Islam. When Islam is applied and experiences its golden peak. The role of the teacher is highly valued by the kholifah. The peak is in the days of Harun Ar-Rasyid, which is capable of prospering the lives of highly deserving teachers. A salary of two hundred dinars for teachers, that is the highest award of the time. Science is very expensive. And the progress that was felt at that time was truly extraordinary. Baghdad was at the height of its glory which was able to color European civilization which was still in the dark phase.

It is a historical fact that the thinking of the Islamic world experienced a great advance in the time between the VIII century and the XIII century which gave tangible results to Europe.

Can the leader of this country realize the fate of the printing generation of his people towards the level of prosperous life. No need to match it with the era of Islamic glory. Quite parallel with the Malaysian state, it's already extraordinary.

The attention of state leaders on the fate of teacher welfare is very important. So that the teachers are more focused on their duties in educating without having to think about other things. And it would be better if the administration charged to the teacher was eliminated. But returning to the vision and mission of the teacher educates the generation that is building our human generation.

And it's time for education to be returned to the Islamic curriculum based on the Qur'an. In order for this generation of the country to become a generation of the Qur'ani that is able to change the secular civilization towards Islamic civilization.

As the saying of the priest malik rahimahullah:

لَنْ يَصْلُحَ آخِرَ هَذِهِ الْأُمَّة إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

"The final generation of this ummah will not return to prosperity, except with nothing that has delivered the glory of the early generation" []

BERSILAT LIDAH




BERSILAT LIDAH

Demi kepentingan dunia yang murah lihatlah di sekitar kita betapa bersilat lidah sudah menjadi hal yang biasa. Hari ini mereka menjelekan lawan politiknya, esok lusa sudah bergandengan tangan, dan semua itu bisa di nilai karena memang ada kepentingan tertentu  bukan karena sebuah ketulusan, mereka sedang mempraktikan politik-politiknya yang kotor.
Dan  lebih memprihatinkannya ketika hal bersilat lidah ini di praktikan secara sempurna oleh para tokoh-tokoh dan parpol islam dengan menghalalkan segala cara tanpa merasa malu atau takut akan dosa.
Demikian kalau jiwa-jiwa yang sudah di perbudak nafsunya. Harta,kekuasaan adalah yang menjadi tujuan padahal harga sebuah dunia itu tak ada nilainya dihadapan Allah sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Dunia ini terkutuk dan terkutuk pula orang yang ada di dalamnya kecuali orang yang senantiasa mengingat Allah SWT. (Hr. Ibnu Majah dan ad- Darimi)
Para tokoh Islam yang khususnya berkecimpung di dunia politik tidak mampu meneledani generasi para salafus- saleh dimana mereka tidak silau oleh fatamorgana dunia bahkan ditawari jabatanpun mereka enggan mengembannya bukan karena mereka  tidak mampu tapi mereka takut tidak bisa mempertanggung jawabkan kekuasaannya di akhirat kelak. Berbeda dengan zaman sekarang tidak ada yang menawaripun mereka malah memaksakan diri untuk mencalonkan diri untuk menjadi penguasa.
Kita bisa belajar pada para Imam besar islam seperti Imam Syafii, ketika ditawari jabatan dia menolaknya begitupun dengan  imam Ahmad saat di tawari jabatan di zaman Bani Umayah dia tidak mau menerimanya, mereka adalah generasi-generasi yang istiqomah tidak haus akan kekuasaan dan mereka tetap idealis berada di jalan dakwahnya.
Kondisi saat ini khususnya para pengemban dakwahpun banyak yang terjangkiti virus wahn,berlomba mengejar kekuasaan, pandai bersilat lidah dengan menjual Ayat-ayat Tuhan dengan murah untuk ditukar dengan harga dunia yang murah dan hina. Dan kita bisa melihat kondisi para tokoh islam yang pandai bersilat lidah dengan  membandingkannya dengan kisah Nasrudin Hoja.
‘Suatu hari setelah seharian berkeliling Nasrudin Hoja pulang kerumah dan di sambut oleh istrinya. Ketika sampai di meja makan dia melihat ada sepotong keju di atas piring dan diapun menyantapnya seraya berkata kepada istrinya, “Keju ini bagus untuk kesehatan perut.” Istrinya diam tak berkomentar.
Dan keesokan harinya setelah seharian pergi Nasrudin pulang kerumah namun di meja makan dia tidak menemukan keju seperti hari kemarin,lalu dia bertanya kepada istrinya, “ Kok tidak ada keju lagi?”
“Memangnya kenapa?” jawab istrinya. “Tidak apa-apa sih,lagi pula keju tidak bagus untuk kesehatan gigi.”
“Jadi yang benar itu yang mana? Keju itu bagus untuk kesehatan perut atau tidak bagus untuk kesehatan gigi?”
“Tergantung,” jawab Nasrudin, “Kejunya ada atau tidak...”
Alangkah lucunya dialog di atas yang begitu pintarnya sang Nasrudin dalam bersilat lidah mungkin tidak  jauh berbeda dengan para politikus-politikus sekarang. Semoga kita bukan bagian yang termasuk didadalamnya tapi kita bisa menjadi bagian dari generasi para salafus- saleh yang tidak gila dalam mengejar kekuasaan dunia. ***