Subscribe Us

[NOVEL] MERAJUT BENING CINTA # 2


            
             Suppraise, Santi tergangga melihat gadis cantik yang ada di depannya.  

“MasyaAllah ini Rena kan? Sejak kapan kamu berjilbab?” Santi memandang takjub pada sobatnya yang model itu. Makin cantik aja dengan jilbabnya.
“ Supraise kan? Makin cantik kan?” Rena memutar-mutar tubuhnya seperti dia lagi jalan di catwalk.
“ Alhamdulillah,” santi langsung memeluk temannya penuh rindu.
“ Ayo masuk Ren.”  ajak Santi.
“ Ini rumah suamimu San.” Rena terheran-heran melihat rumah yang dindingnya penuh gambar-gambar metal.
“ Ya, metal banget kan? Tapi mau gimana lagi aku juga ngak mau dengan suasana seperti ini. Inilah resiko jadi istri seorang musisi”. Suara Santi berubah sendu. Yang lebih parah kalau Yoga membawa teman-temanya latihan, MasyaAllah rumah jadi seperti studio. Santi harus sabar menghadapinya.
Yoga punya Grouf musik sendiri aliran boy band dan sudah sering manggung ke kota-kota, kini mereka berencana merilis album pertamanya.
Kebayang kan punya  seorang suami yang bakal jadi bintang harus siap lahir batin.
“ Sepertinya kamu tidak bahagia punya suami seperti dia dan kamupun harus siap menghadapi ketenaran dia nanti.” Ujar Rena.
Santi mengigit bibir,sakit. Apakah dia bakal mampu menghadapi bayang-bayang ketenaran suaminya nanti. Mungkin kalau suaminya seorang nasyider tak jadi masalah.
“ Kamu juga sekarang agak kurusan San, pasti banyak masalah dalam rumah tangga kamu.”
Santi tersenyum pahit.
“ Permasalahan dalam rumah tangga itu biasa banget, kamu juga nanti akan mengalaminya.”
Rena menggeleng-geleng kepala, kasihan dengan Santi pasti tersiksa banget.
“ Ngomong-ngomong apa yang membuat kamu berubah Ren, dan bagaimana kegiatan modelmu?” Tanya santi mengalihkan topik pembicaraan.
“ Inilah hidayah San, aku bosan terus-terusan berada di masa lalu. Aku ingin berubah, kelihatan anggun seperti kamu. Hidup lebih religius itu indah, ya? kegiatan model itu sudah aku hentikan, planing kedepan aku mau bikin boutique muslimah.”
“Alhamdulillah,” ucap Santi senang. “Terus berita bagus itu apa?”
“ Aku mau mengakhiri masa lajangku.” ucap Rena pelan.
“ Kamu ngak bercanda kan Ren?” Santi kaget juga mendengarnya.
“ Emang aku bicara ada tampang bercandanya? Serius lho San.”
Santi kembali mengucap Hamdalah, “Kapan  itu Ren?”
“ InsyaAllah bulan depan, kamu harus datang ya? Aku minta kadonya novel karya kamu, dengan tema pernikahan yang romantis habis.”
“ Hm... dengan siapa Ren?”
“ Dia seorang dokter dan sekarang aku merasa beruntung keluarga Mas Amri religius semua, jadi aku bisa belajar banyak agama pada keluarga suamiku.”
“ Alhamdullah, nasibmu beruntung banget.”
“ Mungkin disitulah adilnya Tuhan San, kamu diberi kesempatan besar untuk membimbing suamimu dan sebaliknya dengan suamiku dikasih kesempatan membingbingku.” kata Rena.
“ Bisa juga ya?” Ujar Santi.
“Eh.... san, disini pada kering ya? Kayaknya ngak pernah turun hujan.”
”Emang kenapa?”
“Haus banget.”
”Astagfirullah, maaf ya Ren, lupa.” Santi bangkit mengambil air minum.
“ Maaf ya, cuma ini yang bisa aku suguhin ke kamu.” Santi menghidangkan syrup ABC sama puding coklat.
’’ Wuih....enak banget, kamu tahu selera aku. Makasih, ya? Tapi ada yang kurang nih.”
”Kurang apalagi nona, itu aja belum di cicipi rakus banget sih?
‘’Asinan yang aku pesan, itu mana? “
“Tenang sudah disiapin kok, nanti aja ya?”
“Nngak, pengen sekarang.” rengek Rena.
“Aduh Ren, kamu itu  mau bertamu atau mau malak?”
“ He..he.. sorry San, jangan dimasukin kehati. Aku Cuma bercanda kok, udah rindu ngak ketemu kamu. Kedatanganku menghibur juga kan?”
“ Menghibur banget, maklum diruman gak ada radio.” ujar santi sambil tersenyum.
Kedua sahabat itu saling curhat menumpahkan kerinduan, tapi santi tidak menceritakan apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Selama dirinya masih bisa menghadapinya sendiri, dia tidak akan cerita kepada orang lain tentang keadaan rumah tangganya saat ini.[bersambung]
                                                                      ****

0 Comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini