Subscribe Us

CINTA DIATAS BARA # 4

BAGIAN EMPAT

Sayid melangkahkan kakinya meniti tangga Pesawat. Dia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya. Hatinya merasa senang sudah sampai di Bandara New York sebentar lagi dia akan segera bertemu dengan Aleya. Bidadari Yahudi bermata biru itu selain cantiknya menawan dia juga sangat cerdas. 

Mereka di pertemukan dalam sebuah Debat kampus yang saat itu membahas tentang permasalahan Palestina. Saat itu Sayid masih seorang Pemuda Islam yang sangat idealis sehingga setiap pertanyaan yang di ajukan oleh Aleya mampu di jawabnya dengan pemaparaan yang sangat cerdas. Hingga suatu hari mereka di pertemukan kembali di perpustakakaan kampus dan Aleya menyapanya.

“Saya sangat tertarik dengan Islam…” jelas Aleya saat itu hingga tak terasa mereka melakukan diskusi yang panjang dan menarik.

Bagi Sayid itu adalah kesempatan Dakwah. Namun sayang, Sayyid lebih dulu tertarik pada kecerdasan Aleya dan paras campuran Prancis dan Jerman itu. Hingga dia mengesampingkan batasan-batasan pergaulan sebagaimana halnya seorang pria muslim bertemu dengan lawan jenis. Banyak aturan yang harus di jaga, bukan jatuh pada kholwat. Sampai akhirnya mereka pun terjebak dalam labirin cinta.
****

"How is today Sayyid coming?“  Tanya Karl menatap putri semata wayangnya.

“Dia bilang akan kembali hari ini, Dad.” jawab Aleya tanpa beralih dari layar Macbooknya. Gadis itu sedang sibuk menyicil tesisnya sedikit demi sedikit, dan berharap segera menyelesaikan pendidikan magisternya dengan menyandang gelar  Master of nuclear Physic di bidang Fisika Nuklir.

Aleya selain cantik dia mahasiswa super cerdas di jurusan Fisika Nuklir dengan Average Point selalu di atas rata-rata.Kecerdasannya ini menjadi incaran para kapitalis perusahaan Nuklir terutama Israel, negara dengan segala kelicikan yang mampu mengendalikan semua negara di dunia. Amerika adalah salah satu negara yang berhasil di kuasai Zionis Israel. Ada negara dalam negara, yang bernama American Shadow. CIA, FBI & Navy Seal adalah pengendalinya.

It’s very good. Dady is proud that you can brain Wash him, so you can abandon his religion for your sake, my princess, "ujar Karl.

Karl Abraham Wilson  sangat bangga dengan prestasi putrinya, selain  memiliki kecerdasan di atas rata-rata juga memiliki wajah yang rupawan. Sehingga pesonanya mampu memikat kaum Adam sejenis Sayyid. Pemuda yang semula  terlihat sangat Idealis dengan ke islamannya, kini berbalik menjadi musuh agamanya. Persis dengan Yaser Arafat yang tak mampu menolak kecantikan Nuha sehingga idealismenya untuk bisa memerdekakan Palestina lumer, yang akhirnya dia bisa dikendalikan Barat.

Sayyid adalah orang yang sangat penting bagi mereka, yang dari dulu sangat benci dengan Islam.Kenapa Sayid begitu sangat penting? Selain cerdas dan agamis, Sayyid adalah  anak seorang ulama yang sangat berpengaruh dan begitu getol memperjuangkan tegaknya Syariah Islam dalam bingkai Negara. Dan ini adalah sesuatu yang sangat mengancam mereka, yang tidak ingin melihat bibit-bibit Islam radikal tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Syariat islam jika diterapkan dalam kehidupan akan mampu mengubah dunia, dan kembali menggapai puncak keemasan. Dan barat akan kembali berada dalam bayang-bayang kegelapan. Maka sebelum itu terlaksana,harus di jegal. Katakan islam itu teroris,radikal, ektrimis dan label-label negatif lainnya agar citra islam semakin buruk. Dan orang islam semakin bingung dengan keislamannya. Lebih bagus jika mereka termakan opini sesat media bahwa islam itu jahat.

Hadang terus cita-cita tentang penerapan syariat islam, kalau barat tidak ingin hancur. Ya, meski keinginan penerapan syariat islam semakin keras digaungkan. Maka sebelum umat islam sadar, cari berbagai cara untuk menjegal kebangkitannya. Sesatkan pemikiran para cendekiawan muslim agar dia bisa mengopinikan pemikiran liberalnya pada tubuh kaum muslimin, dengan menanamkan sejuta keraguan tentang agamanya. Jangan sampai apa yang dikatakan ilmuwan barat Will Durent, bahwa prediksi khilafah akan tegak tahun 2020 itu terealisasi. Berdirinya Khilafah adalah kemunduran eropa. Jangan sampai bangsa eropa kembali dikuasai islam.

Dan itulah propaganda yang sudah di pikirkan barat dari jauh hari ketika mereka kalah di perang salib. Mereka sudah kehabisan cara jika dengan cara berperang untuk memusnahkan umat Muhammad itu di muka bumi ini, maka itu tidak akan berhasil.  Karena umat Muhammad ini tidak pernah takut akan mati. Justru Jihad dan gugur di medan perang adalah cita-cita terindah mereka.  Dan jika keimanan sudah membaja di hati mereka, maka umat ini tidak akan bisa di kalahkan. Malah akan memicu persatuan dengan menjadi perajurit yang kompak di medan jihad.  Mereka taat pada pemimpinnya juga Allah dan Rasul Nya. Umat islam itu bisa dikalahkan, jika dalam tubuh mereka ada seorang penkhianat atau terlalu cinta akan dunia, tapi takut akan kematian.

Aleya tersenyum penuh kemenangan, “ Ini semua karenamu ayah, hingga Syaid bisa berada dalam genggamanku.”

Karl mengusap rambut putrinya, “Take care of him, my princess.  Until we succeed with the goals we want to achieve, "

“Ok, my dad,” ujar Aleya sambil tersenyum puas. Ternyata menaklukan Sayyid tidak sesulit yang dibayangkan. Pertemuan diskusi yang dilakukan secara intensif menumbuhkan percikan hati.

Cintakah Aleya pada Sayid? Entahlah. Karena baginya cinta tak semudah itu. Baginya hanya sebatas kagum. Pemuda yang berasal dari negara jajahan Belanda, kaum inlander ternyata bisa menghasilkan pemuda sejenius Sayyid. Meskipun negri itu sudah merdeka,tapi negri tersebut belum memiliki kedaulatan penuh. Buktinya negara seperti Amerika mampu melakukan penjajahan secara ekonomi. Dan sangat tergantung sekali pada pinjaman IMF dan Word Bank. Hingga negara tersebut bisa dikendalikan sesuka hati. Dan kini sedang berada dalam imprealisme China. Bukti-bukti kehancuran negri ini sudah terlihat.
Hanya tinggal menunggu waktunya saja!

Menaklukan hati Sayyid adalah sesuatu yang sangat menarik. Sebagai agen CIA, ternyata dia berhasil memalingkan hati pemuda, yang suatu saat bisa menjadi  aset berharga bagi bangsanya. Sejenius Abdul Salam,bisa jadi.[]

When the World Is Not Fair for Women

Discussed about VA involved in online prostitution that shocked the media, with continuous blow-ups becoming hot news that beat other cases. There is a bit of disappointment with the media at this time which only cornered one party, even though there were three parties involved in this case. Sek workers, pimps and customers. But why is it that only one person is persecuted, namely women?

VA acts, it cannot be justified by any religion, moreover he lives in a country that holds high in the customs of the east. We don't live in western countries that are free to do one stand or samen laven. But if the media wants to be fair, mention the three related parties. And if the State wants to take preventive action, because it wants to uphold the values ​​of the Godhead that do not conflict with the Pancasila, there should be sanctions for deterrent effects for the three perpetrators in this prostitution network.

But the Criminal Code is not able to ensnare it, sanctions only apply to pimps. Whereas in this case there is a symbiosis of mutualism, there are no disadvantaged parties in this online prostitution transaction.

The social law will clearly be accepted, especially for VA. Not everyone is able to face the attitude of the julid netizens or the people in the real world. He will bear the shame for the rest of his life, as a result of what he has done. Although someday, it could be a better life he has lived, but can people accept it with open arms without bringing up his past? This social law is more cruel, especially for women.

Why do heavier women receive social sanctions? Because they are mothers. His shoulder has the burden of giving birth and educating generations.

Women are always seen from their past, even though their future is better. Sometimes this does indeed feel unfair. Women must not be tarnished. Must be pure, white as cotton. He is often in a difficult position. When there are cases of infidelity, the household is destroyed, the child is damaged, again the women are blamed. Even though in this problem, men have a big share too. But why is it always the women who are always on the wrong side?

If you want to think clearly, actually the lack of the role of men as leaders in the household makes these women damaged. Why can men be blamed? Because the Qur'an emphasizes the role of fathers in children's education. While the reality that occurs today, the biggest role is charged to the mother. Even the role of earning a living, mom does it. Which ultimately weak shoulders become brittle due to most loads. Until when it is unable to bear the burden, it will be a very dangerous explosion. Damage to the household pillars due to infidelity, domestic violence, children caught in promiscuity, etc.

Father is the main pillar of the strength of a family, if the role of a weak father do not expect much of a harmonious family that is awaited by Heaven.

Today there are many cases of divorce, because men as leaders do not have exemplary figures, so they are easily entangled by seductive women there. Then the affair arises resulting in divorce. Men who have little role in fulfilling their family needs, men who are not able to be role models for their daughters, and their daughters seek love outside the home, and eventually anchor love to the wrong men. And often changing partners can be an outlet for all his disappointments in the past.

Men who are cautious and responsible will surely give birth to a healthy family. Educating his wife's child well, not suffering him.

When the role of men in the family does not have a strong foundation of faith, then disaster can come at any time.
Many women in this world do not get exemplary father figures. Father is rude, playing physically, even many who do not care about their daughters. And this is what causes her daughter in adulthood to have a less pleasant personality in society, due to a very bad father figure. So it feels less elegant, if every problem occurs, then women are always judged? If the mistake is shared fairly, without one being cornered one of them, that is the thing that should be.

Despite the bad attitude of women, there must be men who have damaged it. And the bad role of the family causes it all. If you want to give birth to a good generation, then improve your family foundation first. Fathers and mothers who work together will be able to realize the birth of a healthy generation. Psychologically healthy, naturally healthy.[]

Shocked Mr. President Regarding Teacher Salaries


The latest viral news was suddenly crowded in social media. Status milling about on the Facebook homepage. Asking Mr. Unbelief The President about the existence of 300 thousand private teacher salaries. So the netizens are happy to comment, 'Where have you come, sir? Want to approach the new presidential election discussed. So don't run away if a teacher wants to take a demonstration to the palace? And there are many more responses, more spicy for Mr. President.

Starting from President Joko Widodo (Jokowi) receiving the arrival of the Indonesian Teachers Association (PGSI) at the State Palace, Jakarta. In front of Jokowi, PGSI coach Abdul Kadir Karding told sadly that teacher salaries were still found below the regional minimum wage (UMR).

"They are education fighters, sir. They earn an average of Rp. 300-400 thousand per month that has not been certified. Those who have already been certified are equivalent to MSEs (city / district minimum wages)," said Karding at the State Palace, Jalan Medan Merdeka Utara, Central Jakarta, Friday (1/11/2019). quoted from detik.com

It is very strange if the leaders of the country are not aware of the fate of their generation printers. The 300 thousand salary has become old news, some even below it. It's already been paid every three months. Not only private, but also a lot of state schools. The burden of educating may be heavier in the private sector, especially those based on Islam.

The education of honorary teachers in this country is indeed very heavy. Even though the burden of teaching is the same as the PNS teacher. So it is only natural if there is an appointment for CPNS, which is very large. All competing to become state teachers, to get a fairly large salary. There are those who justify all means by walking riswyah / bribing so they can pave the way to get the title of civil servants even though they have to pay tens of millions.

Is it wrong if the teachers want to get a decent life for their survival?

Actually there is nothing wrong. In fact, the state must have considerable attention to prosper the fate of the nation's generation of printers. Suppose there were no more teachers willing to teach in this country, who were more interested in working in the fields that were living their lives, this was a dangerous threat. Waiting for a terrible setback. The effect is greater than the tsunami. Delivering the people towards the dark ages.

Today, the teacher's work is getting harder. Curriculum 13 makes teachers more stressful, especially for teachers who are not ready for change. Those who are ready are still many that are made in the territory. Many teachers are still clueless, especially the old generation, who are still comfortable using old traditions. Behind that is a lot of administration that must be done by the teacher, who sometimes has to be taken home. The work of teachers is increasing. It's complicated and time consuming. So the task that actually educates is a little neglected. So our current generation is poor and does not reward the generation of experts in the field. And it will be very dangerous when the role of education produces a poor generation of adab.

The struggle of the teachers to achieve certification and towards the path of civil servants was even more complicated. Full of convoluted roads.

Different from Islam. When Islam is applied and experiences its golden peak. The role of the teacher is highly valued by the kholifah. The peak is in the days of Harun Ar-Rasyid, which is capable of prospering the lives of highly deserving teachers. A salary of two hundred dinars for teachers, that is the highest award of the time. Science is very expensive. And the progress that was felt at that time was truly extraordinary. Baghdad was at the height of its glory which was able to color European civilization which was still in the dark phase.

It is a historical fact that the thinking of the Islamic world experienced a great advance in the time between the VIII century and the XIII century which gave tangible results to Europe.

Can the leader of this country realize the fate of the printing generation of his people towards the level of prosperous life. No need to match it with the era of Islamic glory. Quite parallel with the Malaysian state, it's already extraordinary.

The attention of state leaders on the fate of teacher welfare is very important. So that the teachers are more focused on their duties in educating without having to think about other things. And it would be better if the administration charged to the teacher was eliminated. But returning to the vision and mission of the teacher educates the generation that is building our human generation.

And it's time for education to be returned to the Islamic curriculum based on the Qur'an. In order for this generation of the country to become a generation of the Qur'ani that is able to change the secular civilization towards Islamic civilization.

As the saying of the priest malik rahimahullah:

لَنْ يَصْلُحَ آخِرَ هَذِهِ الْأُمَّة إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

"The final generation of this ummah will not return to prosperity, except with nothing that has delivered the glory of the early generation" []

Mother's Grief


Indonesia again mourned the eruption of Mount Krakatau and caused the city of Pandeglang and southern Lampung to be hit by the tsunami.

We certainly join in with the disaster. Some people reportedly died including guitarists and basses from the Seventen Band who were performing at Tanjung Lesung beach. And also the comedy group group timlo personnel. We mourn their departure towards the kholiq. Hopefully the victim who died Tsunsmi was accepted by Allah SWT.

Countless damage caused by this tsunami disaster.

For this disaster we cannot blame anyone. Because there is already a destiny that cannot be contested. From this incident, let's take a lesson. Which hopefully can be the best lesson for those left behind. Because the essence of humans will die before God Almighty. However, what we have prepared to face Him.

Indonesia is indeed a country that is very rich in natural resources, but behind that the country is also included which is very vulnerable to disasters.

From the tsunami that occurred in Pandeglang and South Lampung we can learn, that disasters do not always have to give a sign first. Here should always be vigilant, and keep guarding the behavior so that when Allah SWT is ready to face Him.

Cinta Di Atas Bara # 3

BAGIAN TIGA

Ustadzah Aisyah begitu terpukul dengan kepergian putranya ke Amerika untuk menikah dengan gadis yahudi itu. Dia sudah melakukan segala cara untuk mengembalikan anaknya menuju fitrah muslimnya.

“Kamu ini seorang muslim nak, yang Umi besarkan dengan susah payah. Umi didik dengan pemahaman islam yang memadai. Sampai kapanpun umi nggak akan rela dunia akhirat jika kau harus menikah dengan gadis Yahudi itu. Ingat nak,  mereka sudah membunuh jutaan umat muslim. Apakah kau sekarang akan berbalik juga menjadi musuh Allah dan Rasulnya? Beserta Umi, Ayah, kakek-buyutmu beserta jutaan umat muslim lainnya.” Jelas Ustadzah Aisyah dengan mata berkaca-kaca.

“Maafkan aku Umi, aku sudah tidak bisa menerima lagi apa yang Umi katakan untuk saat ini. Karena aku sangat mencintai Aleya, Umi. Aku berkata pada Umi bukan untuk meminta izin karena jelas umi tidak akan mengijinkan. Tapi, aku datang kesini hanya untuk memberi tahu supaya kalian disini tidak lagi berharap tentang sebuah perjuangan yang indah di mata kalian karena aku sudah tidak bisa lagi menjadi anak harapan kalian. Aku sudah terlalu dewasa untuk bisa menentukan jalan hidupku tentang jalan mana yang akan aku tempuh. ”

Ustadzah Aisyah terisak dalam diam. ‘Allah, terbuat dari apakah kalbu anaku ini? Apakah aku telah salah mendidiknya, mengapa anaku memiliki hati sekeras batu hingga dia berani memusuhi Engkau  dan Rasul ku, ya Allah… Ujian kah ini untuku, sakit teramat sakit jika ujian ini harus aku terima ya Allah…

“Coba berfikirlah dengan hati yang jernih anaku, tentang segala konskwensimu menikahi gadis Yahudi itu. Kau jangan berpikir dengan nafsumu, tapi pikirkan dengan hati yang jernih juga ketenangan berpikirmu. “

“Maafkan aku Umi, aku sudah tidak bisa berfikir seperti yang umi sarankan. Dalam pandanganku cuma ada Aleya dan masa depan terindahku adalah hidup dengan Aleya. Jika kalian disini berusaha menahan langkahku, maka akupun tak segan untuk menghancurkan pesantren yang sudah kalian bangun dengan susah payah, bahkan aku tak segan untuk menghancurkan kalian. Aku sudah tidak peduli lagi jika kalian menganggapku sebagai jelmaan iblis.” Terang Sayid penuh bara, tidak dipedulikan lagi jika kata-katanya akan merobek-robek hati wanita yang sudah melahirkannya.

Mata Ustadazah Aisyah semakin berderai. Dia merasa sakit yang luar biasa. Anak yang dulu sangat membanggakan dan bisa di harapkan untuk meneruskan langkah perjuangannya kini berbalik memusuhinya.

“Pergilah jika memang kau sudah menjadi jelmaan Iblis, dan jangan pernah kau menginjakan kaki lagi disini…” suara Ustadzah Aisyah tegas namun terdengar bergetar.

Sayidpun pergi dengan penuh kemenangan. Dia sudah tidak mau lagi mendengar kata-kata orang yang sangat di cintainya. Keputusan yang suatu saat mungkin akan sangat di sesalinya dengan deraiaan air mata. *** to-be continued

Cinta terkadang mengalahkan akal sehat. Bahkan agama bisa tergadaikan. Pendidikan adalah salah satu brain wash terdasyat yang menghancurkan generasi muslim. Jangan pernah heran jika seorang anak manusia mendapatkan pendidikan islam terbaik bisa menggadaikan akidahnya demi harta,kekuasaan atau wanita. Karena seorang Bal'am Ibn Maura do'anya yang menembus langit, didengar Allah diwaktu sempit. Dia meninggal dalam keadaan kafir. Ya muqholibal qulub tsabit qolbi alla dinnika...itu adalah yang harus senantiasa kita ucap setiap perjumpaan dengan sang pemilik semesta. []

DILEMA HATI

              
            Bagian 1


            Ryan menghentikan langkahnya dari kejaran wartawan, sebenarnya dia sangat lelah menghadapi para kuli disket itu. Tapi jika terus di biarkan mereka akan terus mengejarnya sampai ke ujung dunia untuk mengorek keterangan, tentang batalnya pertunangan antara dirinya dengan Kamila. Dia ingin inilah kali terakhir dirinya jadi gosip percintaan.
              “Kenapa pertunangan anda dengan Kamila Adzwar bisa putus? Bukankah anda saling mencintai?” tanya seorang wartawati dari televisi swasta.
            Ryan berusaha memamerkan senyum mautnya,meski hatinya sangat sakit.
            “Karena ada sepotong kenangan yang tak bisa membuatku melangkah lebih jauh. Jika memaksakannya, aku takut hal ini akan menyakiti hati Kamila, nantinya. Jadi, daripada nanti pernikahan kami gagal, lebih baik berpisah dari sekarang.” Jawabnya, berusaha serilek mungkin.
            “Maksudnya?”
            “Aku sangat mencitai wanita lain yang ada sebelum Kamila masuk dalam kehidupanku,dan sampai kini aku belum bisa menghapus bayangannya.”
            “Siapa wanita yag sangat beruntung anda cintai itu, apakah dia termasuk dari kalangan aktris, model,bintang film atau penyanyi?”
            “Dia berasal dari kalangan biasa.”
            “Apakah dia meninggalkanmu Ryan, sedang kamu masih sangat mencintaiya?”
            “Kami berpisah secara baik-baik, karena ada sesuatu hal. Mungkin aku masih menyimpan cinta untuknya, tapi entahlah dengan dia.”
            “Siapa nama wanita itu?”
            Ryan menggeleng.
             “Anda semua tidak berhak untuk mengorek masalaluku dengannya. Cukup dengan Kamila dan wanita-wanita yang aku pacari sebelum Kamila, maaf aku harus segera pergi.” Ryan dengan tergesa masuk kedalam Jaguarnya, dan segera mengemudikan mobilnya menjauhi kerumunan wartawan dia sangat ingin menenangkan diri, mungkin puncak bisa menenangkan pikirannya yang kacau.


            Senja sampai di Villa milik orang tuanya yang berada di kawasan puncak, cowok itu segera merebahkan tubuhnya di sofa tanpa terlebih dahulu membuka sepatuya. Batal pertunangan dengan Kamila sebenarnya bukan hal yang di inginkannya. Kamila yang memulai, dia kepergok sedang beradegan mesra dengan laki-laki lain dan Ryan sangat sakit hati. Pada media dia menutupi kenyataan yang sebenarnya karena males bikin masalah yang nantinya pasti akan melibatkan media. Ryan sudah lelah jadi bahan gosip karena berpacaran dengan seorang modeling yang merangkap bintang film.


            Kamila Adzwar adalah modeling papan atas yang memiliki paras indo campuran Jerman-sunda, wajahnya sangat memikat sehingga jadi inceran para sutradara untuk memerankan  film yang di produksinya, bahkan dia pun mendapat tawaran bermain sinetron dan menyanyi. Namun gadis itu sangat selektif dia lebih memilih model sebagai cita-cita pertamanya sedang film hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Untuk sinetron dia menolak karena tidak mau terikat waktu striping yang akan banyak menguras waktu dan tenaga begitupun dengan tawaran menyanyi dia tolak dengan alasan suaranya yang tidak bagus. Dia bukan gadis yang aji mumpung tapi sangat berambisius untuk jadi model yang go- Internasional.


            Ryan adalah lelaki yang super sibuk dengan urusan bisnisnya dia hampir tidak pernah punya waktu untuk urusan cinta, wajar jika Kamila meninggalkannya.
Terkadang dia ingin mengakhiri semua kesibukannya berada di rumah di dampingi istri dan tawa riang anak-anak, tapi tentu yang jadi figur istri bukanlah Kamila karena Kamila tak akan pernah rela melepas kariernya yang sedang menanjak. Sesuatu yang sudah dia rintis dengan susah payah. Ryan butuh figur istri yang bisa mengertikan dirinya dan bisa melayaninya dalam segala hal. Istri yag bisa melumerkan kebekuan dari penatnya rutinitas bisnis dan secara tidak sengaja dia bertemu dengan Aira, wanita yang pernah jadi bagian masalalunya yang sampai kini nggak bisa di lupakan. Mereka secara tidak sengaja bertemu di lobi hotel, Aira kebetulan mau pulang seminar sedang Ryan ada janji dengan relasi. Pertemuan itu kembali menumbuhkan dawai cinta di hati Ryan.


            Aira, kenapa aku begitu sulit menghapus semua kenangan tentangmu? Kau yang lembut, perhatian dan juga cerdas membuatku merasa nyaman. Kaupun terkadang sangat menyenangkan, penuh canda atau malah menyebalkan. Tapi bersamamu, hidupku terasa  berwarna dan jauh lebih hidup. Kenapa perpisahan itu harus memisahkan kita, perpisahan yang sangat menyakitkan untuku.


            Perpisahan tiga tahun dengan Aira, gadis itu semakin matang dan religius. Ryan semakin kagum denganya.


            “Aira, masih adakah kesempatanku kembali untuk mengisi ruang hatimu?” desisnya lirih sambil memandang potret Aira sebelum berkerudung yang  masih tersimpan dalam dompetnya.
            Jika kebersamaan itu  masih ada , tentu aku nggak akan merasa seperti sekarang. [bersambung]




DELIMA HATI

             
            Bagian 1

            Ryan menghentikan langkahnya dari kejaran wartawan, sebenarnya dia sangat lelah menghadapi para kuli disket itu. Tapi jika terus di biarkan mereka akan terus mengejarnya sampai ke ujung dunia untuk mengorek keterangan, tentang batalnya pertunangan antara dirinya dengan Kamila. Dia ingin inilah kali terakhir dirinya jadi gosip percintaan.
              “Kenapa pertunangan anda dengan Kamila Adzwar bisa putus? Bukankah anda saling mencintai?” tanya seorang wartawati dari televisi swasta.
            Ryan berusaha memamerkan senyum mautnya,meski hatinya sangat sakit.
            “Karena ada sepotong kenangan yang tak bisa membuatku melangkah lebih jauh. Jika memaksakannya, aku takut hal ini akan menyakiti hati Kamila, nantinya. Jadi, daripada nanti pernikahan kami gagal, lebih baik berpisah dari sekarang.” Jawabnya, berusaha serilek mungkin.
            “Maksudnya?”
            “Aku sangat mencitai wanita lain yang ada sebelum Kamila masuk dalam kehidupanku,dan sampai kini aku belum bisa menghapus bayangannya.”
            “Siapa wanita yag sangat beruntung anda cintai itu, apakah dia termasuk dari kalangan aktris, model,bintang film atau penyanyi?”
            “Dia berasal dari kalangan biasa.”
            “Apakah dia meninggalkanmu Ryan, sedang kamu masih sangat mencintaiya?”
            “Kami berpisah secara baik-baik, karena ada sesuatu hal. Mungkin aku masih menyimpan cinta untuknya, tapi entahlah dengan dia.”
            “Siapa nama wanita itu?”
            Ryan menggeleng.
             “Anda semua tidak berhak untuk mengorek masalaluku dengannya. Cukup dengan Kamila dan wanita-wanita yang aku pacari sebelum Kamila, maaf aku harus segera pergi.” Ryan dengan tergesa masuk kedalam Jaguarnya, dan segera mengemudikan mobilnya menjauhi kerumunan wartawan dia sangat ingin menenangkan diri, mungkin puncak bisa menenangkan pikirannya yang kacau.

            Senja sampai di Villa milik orang tuanya yang berada di kawasan puncak, cowok itu segera merebahkan tubuhnya di sofa tanpa terlebih dahulu membuka sepatuya. Batal pertunangan dengan Kamila sebenarnya bukan hal yang di inginkannya. Kamila yang memulai, dia kepergok sedang beradegan mesra dengan laki-laki lain dan Ryan sangat sakit hati. Pada media dia menutupi kenyataan yang sebenarnya karena males bikin masalah yang nantinya pasti akan melibatkan media. Ryan sudah lelah jadi bahan gosip karena berpacaran dengan seorang modeling yang merangkap bintang film.

            Kamila Adzwar adalah modeling papan atas yang memiliki paras indo campuran Jerman-sunda, wajahnya sangat memikat sehingga jadi inceran para sutradara untuk memerankan  film yang di produksinya, bahkan dia pun mendapat tawaran bermain sinetron dan menyanyi. Namun gadis itu sangat selektif dia lebih memilih model sebagai cita-cita pertamanya sedang film hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Untuk sinetron dia menolak karena tidak mau terikat waktu striping yang akan banyak menguras waktu dan tenaga begitupun dengan tawaran menyanyi dia tolak dengan alasan suaranya yang tidak bagus. Dia bukan gadis yang aji mumpung tapi sangat berambisius untuk jadi model yang go- Internasional.

            Ryan adalah lelaki yang super sibuk dengan urusan bisnisnya dia hampir tidak pernah punya waktu untuk urusan cinta, wajar jika Kamila meninggalkannya.
Terkadang dia ingin mengakhiri semua kesibukannya berada di rumah di dampingi istri dan tawa riang anak-anak, tapi tentu yang jadi figur istri bukanlah Kamila karena Kamila tak akan pernah rela melepas kariernya yang sedang menanjak. Sesuatu yang sudah dia rintis dengan susah payah. Ryan butuh figur istri yang bisa mengertikan dirinya dan bisa melayaninya dalam segala hal. Istri yag bisa melumerkan kebekuan dari penatnya rutinitas bisnis dan secara tidak sengaja dia bertemu dengan Aira, wanita yang pernah jadi bagian masalalunya yang sampai kini nggak bisa di lupakan. Mereka secara tidak sengaja bertemu di lobi hotel, Aira kebetulan mau pulang seminar sedang Ryan ada janji dengan relasi. Pertemuan itu kembali menumbuhkan dawai cinta di hati Ryan.

            Aira, kenapa aku begitu sulit menghapus semua kenangan tentangmu? Kau yang lembut, perhatian dan juga cerdas membuatku merasa nyaman. Kaupun terkadang sangat menyenangkan, penuh canda atau malah menyebalkan. Tapi bersamamu, hidupku terasa  berwarna dan jauh lebih hidup. Kenapa perpisahan itu harus memisahkan kita, perpisahan yang sangat menyakitkan untuku.

            Perpisahan tiga tahun dengan Aira, gadis itu semakin matang dan religius. Ryan semakin kagum denganya.

            “Aira, masih adakah kesempatanku kembali untuk mengisi ruang hatimu?” desisnya lirih sambil memandang potret Aira sebelum berkerudung yang  masih tersimpan dalam dompetnya.
            Jika kebersamaan itu  masih ada , tentu aku nggak akan merasa seperti sekarang. [bersambung]