Subscribe Us

MENJADI PEREMPUAN MULIA

Menjadi perempuan mulia diakhir zaman itu tidak mudah. Kita mungkin susah sekali menggapai posisi mulia para wanita-wanita yang di kisahkan dalam Al- Qur,an. Seperti Bunda Khodijah yang seluruh hartanya habis untuk perjuangan dakwah islam, Fatimah putri nabi tercinta, Asiyah istri Fir'aun dan Mariyam putri Imron. Tapi setidaknya berjuang untuk mendekati posisi itu pasti bisa diupayakan.

JANGAN TERLENA DENGAN KEBAHAGIAAN

Kita senantiasa hidup terasa begitu tenang, karena apa yang kita inginkan semua sudah tercapai, dan akhirnya itu sangat melenakan kita. Harta, istri, anak-anak, jabatan, itu pada hakekatnya adalah titipin Allah. Kerap kali ketika semua sudah di genggam, kita lupa akan rasa nikmat yang sudah Allah berikan. Manusia itu jika di kasih ujian kebahagiaan, mereka mudah untuk kufur nikmat.

MEMBANGUN HABBIT MEMBACA


Membiasakan baca itu sulit terutama bagi yang tidak terbiasa. Bagi saya membaca itu adalah kebiasaan yang sangat menyenangkan. Kapanpun dan dimanapun, jika memang ada waktu luang dibiasakan untuk membaca. Saya mulai suka membaca dari SD dan SMP sudah mulai suka menulis meski dengan kosa kata yang masih sederhana. EYD masih amburadul, tapi terus menulis karena itu bukan proses. SMU lebih banyak menulis cerita islami dan politik, karena sumber bacaan tidak jauh dari itu. Dan senangnya ketika teman-teman sekelas pada membaca cerita yang saya buat. Sangat senang juga kalau ada orang-orang minta dibikinin tulisan untuk tugas sekolah.

KETIKA INDONESIA DARURAT SAMPAH


Saat melihat sampah bertebaran di mana-mana rasanya kadang kesal. Kok, mereka nggak punya kesadaran banget! Meskipun sudah disediakan tempat sampah, tapi masih aja ada sampah yang bertebaran. Mungkin kebiasaan buruk itu sudah menjadi hal biasa dari saat kecil dan terbawa hingga dewasa. Sehingga bisa seenaknya buang sampah di manapun. Bisa jadi rumah tempat mereka tinggal, menjadi tempat bersarangnya sampa-sampah juga.

MENJADI ORANG PALING BAHAGIA


Kebahagiaan seseorang itu sangat relatif. Ada yang mengukur kebahagiaan dari istri cantik, anak-anak yang lucu menggemaskan serta harta melimpah ruah, dan itu adalah versi kebanyakan orang. Ada yang bahagia karena memiliki aktivitas yang padat. Dia mobile kesana-kemari tanpa pernah mengenal kata lelah. Hidupnya sangat optimis, energik dan cerdas dalam membaca peluang. Baginya tidak boleh ada kesempatan baik untuk disia-siakan. Tipe seperti ini sangat bagus, mereka kebanyakan memiliki level pemikiran kelas menengah keatas. Biasanya mereka adalah kalangan intelektual dan sangat visioner. Ada juga yang mengukur kebahagiaannya dengan mendedikasikan hidupnya untuk perbaikan ummat. Aktivitas dunia dan akhirat mereka sangat ballance. Bagi mereka menyia-menyiakan waktu hidup adalah kerugiaan. Management waktunya sangat baik. Punya konsep hidup yang lebih jelas, sangat detail, dan segala sesuatu yang dilakukan tidak boleh melenceng dari Syari'ah. Totalitas dalam segala aktivitasnya. Biasanya mereka adalah golongan yang mustanir, level berpikirnya cemerlang. Anda ada di level berpikir yang mana?

IKLAN DAN FEMINISME

Satu-satunya iklan partai pemilu yang nggak jelas visi-misinya ya, PSI. Partai yang di usung anak muda dengan jargon "udah…udah…udah". Padahal untuk membuat iklan apalagi jam tayangnya sering muncul dilayat TV, pasti membutuhkan dana yang nggak sedikit. Tapi, mungkin tujuannya supaya mudah diingat atau karakter peradaban bangsa memang sudah sangat alay. Lihat aja isi content youtube, yang sangat di gandrungi remaja saat ini, bisa dapat like and  subcribe, itu youtube yang alay dan anehnya dapat penghargaan. Tapi, yang isi contennya motivasi, bisa mencerdaskan, dapat ribuan yang nonton juga sudah bersyukur.
So mundurnya sebuah peradaban itu bisa  dilihat kualitas rakyatnya, dan kualitas pemudanya. Sebuah negri yang maju, rakyatnya memiliki pemikiran level 4 dan  kontribusi pemudanya juga luar biasa untuk mencapai perubahan.

GENERASI EMAS AKAN TERCAPAI KETIKA KURIKULUM BERLANDASKAN Al-QUR'AN

Indonesia adalah negara yang sangat hobi dengan perubahan kurikulum. KTSP belum sempurna sudah diganti lagi dengan kurikulum tiga belas. Hasilnya bukan berubah menjadi lebih baik, tapi makin amburadul.
Kurikulum yang sangat jauh dari islam ini, membuat generasi yang dihasilkan kehilangan arah. Sekolah  sulit sekali menghasilkan generasi expert, akibat terlalu banyaknya pelajaran yang dibebankan pada siswa. Dan mereka juga tidak paham akan menjadi apa cita-citanya nanti. Mengalir seperti air, itu adalah motto mereka.