Subscribe Us

MENGAPA TAKUT DENGAN MENIKAH



Banyak pertimbangan ketika akan memasuki gerbang pernikahan itu  seringkali di rasakan oleh sebagian laki-laki dan perempuan. Bagi sang laki-laki menikah harus menunggu mapan dulu, punya gaji yang besar, rumah, kendaraan dll.  Begitupun bagi perempuan banyak sekali patokan yang di ajukan sebagai persyaratan untuk menikah, harus mendapat laki-laki mapan dalam segala hal. Belum memikirkan resepsi pernikahan yang di abad ini sangat mahal jika  ingin resepsinya super wah,  sudah punya rumah yang bagus, mobil mewah agar kemana-mana bisa mudah. Apakah hanya sebatas ini nilai sebuah kepuasan dalam membina rumah tangga? Sementara hal yang bisa membuat abadi dalam pernikahan adalah kenyamanan, ketentraman meski tak di pungkiri kita juga membutuhkan materi untuk keberlagsungan hidup.
            Jika setiap laki-laki mau menikah harus menunggu  mapan dulu, dan si perempuan menunggu di lamar suami yang mapan, bagaimana jika hal tersebut tidak kunjung datang. Dan kehidupan tidak berubah-ubah, karena bisa jadi kemapanan itu datang di saat rumah tangga kita berjalan 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya. Di saat anak kita sudah banyak baru Allah memberikanan kita keleluasaan rizki, itu bisa saja terjadi karena karena teori Allah selalu lebih hebat daripada teori manusia.
            Dan hal seperti itu pernah aku rasakan sendiri ketika mau menerima lamaran seseorang yang kini menjadi suami. Sebulan menjelang sebelum nikah banyak sekali ketakutan yang terlintas dalam memory.  Takut suami over protektif, dia juga dari segi ekonomi belum begitu mapan. Tapi setelah menikah justru hal-hal seperti itu hilang dengan sendirinya, yang ada justru ketenangan dan ketentraman. Kebebasan yang dulu takut di belenggu dengan nggak bisa kemana-mana justru setelah menikah suami memberi kebebasan yang penuh dengan modal saling kepercayaan. Kehidupanpun dirasa lebih cukup di banding saat masih sendiri yang harus memenuhi semua kebutuhan sendiri dengan bekerja. Banar apa yang dikatakan dalam sebuah hadist bahwa jangan takut dengan menikah, justru dengan menikah bergabungnya dua rizki, rizki suami dan rizki istri.
Andai semua laki-laki dan perempuan ketika mau menerima sang pendamping hanya melihat keshalehan ahlaknya tentu keterlambatan menikah karena banyak berpikir terlalu jauh ke depan itu tak akan terjadi. Dan rezeki  dengan sendirinya akan mengikuti  selama ada keinginan untuk berikhtiar.
            Saya ingat guru Fisikaku yang paling keren cara ngajarnya, dia lulusan dari ITB. Waktu menikah dia Cuma modal mahar seribu rupiah buat istrinya padahal secara orang tuanya mapan, entah alasan apa dia memberi mahar sekecil itu mungkin tidak ingin merepotkan orang tua dan menikahnya juga tidak ada acara pesta-pesta. Sekarang setelah bertahun-tahun berumah tangga dia sudah sukses dari segi financial dari hasil bisnisnya. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa rezeki seseorang itu tidak bisa kita tentukan ketika masih sendiri nkarena matematika Allah itu lebih hebat. Dengan menyempurnakan seperuh Dien justru awal bertambahnya rezki yg lebih berkah dari Allah. Apalagi jika pendamping kita lelaki yang shaleh yang membingbing kita menuju Jannah-Nya dan dia sangat senang berbagi kepada orang yang tidak mampu dengan sebagiaan rizki-Nya otomotis Allah akan semakin melipat gandakan rizki kita.


WAHAI BIDADARI DUNIA

Bidadari dunia langkahmu senantiasa terjaga
Tak tersentuh jin dan manusia
Hijabmu adalah takwa
Senandungmu adalah Dzikrullah
Pesona wajahmu adalah pancaran air wudhu
Perjuanganmu merentas jalan dakwah
Mencerdaskan pemikiran umat menuju takwa tujuanmu

Kau harapan ikhwan beriman
Meminangmu karena ahlak dan agamamu yang mengagumkan
Sungguh aku iri kepada perjuanganmu
Bidadari harapan insan
Sungguh aku rindu di dekatmu
Sungguh aku ingin bersamamu
Belajar menjadi muslimah berarti di mata Illahi

Ku berharap kelak dari rahimmu
Terlahir generasi yang cemerlang untuk islam
Sang pembela kebenaran setangguh Panglima Khalid bin walid
Sang negarawan yang adil sehebat Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Sang penakluk Konstantinopel sebelia Muhamad Al-Fatih
Hingga cahaya islam bersinar kembali dari ufuk barat sampai timur

JAGA HATIMU WAHAI UKHTI...

Banyak hal yang musti kita jaga ketika kita memproklamirkan ingin menjadi seorang muslimah yang kaffah. Dengan selembar kerudung yang menutupi rambut indah kita, selembar jilbab yang rapat membalut tubuh kita ada banyak hal yang musti kita jaga yaitu Izzah sebagai perempuan muslimah. Bukan berari dengan berkerudung lebar di tambah jilbab/ gamis kita jauh dari godaan para kaum adam. Syetan itu bertebaran di mana-mana dan senantiasa ingin menjerumuskan ke kokohan iman yang telah kita bangun dengan susah payah.

Sebagai manusia yang normal kita di berikan fitrah cinta. Dan virus-virus itu jika sudah hinggap di hati akan mendobrak batas kerasionalan kita. Dengan menjadi muslimah bukan berarti kita terhindar dari virus cinta. Para ikhwan pun tak semuanya mampu mengaplikasikan agamanya dalam kehidupan. Dia selalu menebar pesona-pesona rayuan gombalnya dengan berbagai cara. Ikhwan juga manusia kan? Apalagi ikhwan abal-abal yang memakai kata ikhwan cuma sekedar labelnya saja. Dulu aku sering menjumpai orang-orang kaya gini, cuma sekedar pingin tahu aja. Bersyukur sebagai orang yang tidak mudah jatuh cinta hingga tak terjebak. Dan kebetulan waktu itu jug masih tomboy, belum seperti saat ini. Untuk para akhwat aku cuma mau ngingetin aja, hati-hati menghadapi mereka. Kecuali jika mereka memang benar-benar serius ingin menjadikan dirimu sebagai pendamping hidup. Itu pun jangan di kasih jarak dengan ingin mengenal dirimu lebih jauh dulu, sama artinya memberikan peluang berbuat dosa.

Hati perempuan itu pada dasarnya lembut. Yang asalnya sebel setengah mati jika di gombalin terus-menerus dan kita ladenin pasti luluh. Bukan pengalaman pribadi ya, ini hasil data survei. kalau saya pribadi no time for love before married.

Ada banyak cara cowok deketin mangsanya apalagi yang berstatus muslimah. "Asalamu'alaikum, ukhti?" itu pada awalnya lalu meluber kemana-mana. Mau ngomongin tugas dakwah malah jadi nyimpang sama perasaan. "Ukhti, ane kagum deh sama antum. Sudah cerdas shaleh,bla...bla... Kira-kira antum mau nggak jadi ibu buat anak-anaku?" waduh ujungnya nodong perasaan. Ikhwan kaya gini kalau di ladenin jadi pusing kayak gasing. Coba suruh dia melamar ke rumah, pasti alasan sepanjang kenangan dia utarakan. Belum cukup ilmu, cukup uang, dan ujungnya butuh mengenal dirimu lebih jauh ukhti. Kalau orang yang mau mengaplikasikan agama dalam kehidupan mustinya nggak kayak gini kan? Cuma berapa biji ikhwan kayak gini di dunia ini. Akhwat juga memang tak semuanya mampu memoles citra ke akhwatannya dengan sempurna.

Gimana sih cara mengabaikan mereka? Ya cuekinlah dari pada hati kita rusak. Mending kalau bisa menjaga hati. Kalau hatinya terlalu lembut, virus-virus cinta akan menyebar membunuh ke istiqomahan kita. Misal kita dapat sms dari ikhwan abal-abal kayak gene... " Ukhti, ane pusing nih. Ane lagi futur, gimana ya supaya ane bisa dekat lagi dengan Allah?" Kalau ikhwannya nggak abal-abal dia pasti lari ke murrabinya untuk mencurahkan seluruh permasalahan hidupnya, sama Allah lebih baik. Sama Murrabi hatinya lebih terjaga, mungkin dia di carikan pendmping hidup sekaligus supaya ada yang mensupport semangat dakwahnya. kalau lari ke akhwat sama aja mengundang syetan masuk merusak hatinya. Begitupun sang akwat lebih aman curhat sama musripahnya.

Karena pada dasarnya hati akhwat itu lembut nggak kaya saya yang tegas maka di replylah sms si ikhwan abal-abal. "Sebaiknya kamu banyak berdizikir, shalat malam, bla...bla..." Bagusnya di cuekin atau di delete tapi nggak tega apalagi dia kan baik-baik sms akunya masa harus di cuekin. Sepanjang jalan kenanganlah kita beralasan.

Dan si ikhwan pun kembali membalas sms si ukhti tersebut. "Syukron ya ukh... sungguh motivasi yang sangat bagus. Jangan sungkam-sungkam motivasi ane ya, ukh... Ane benar-benar butuh orang yang bisa memotivasi. Jangan lupa entar malem bangunin ana tahajud, bukan tahajud jadinya malah SMS an. Jangan pernah ngalamin kaya gitu deh!

Untuk para akhwat bersikap tegaslah menghadapi kaum adam yang sedang tebar pesona untuk menarik perhatianmu. Kecuali jika pangeran itu datang melamarmu dan langsung menikahimu. Tapi hari gini nggak pacaran susah nikah taukkkk... itu komentar teman-teman. Jodoh itu Tuhan yang mengatur, berprasangka baiklah kepadanya. Jika belum juga pangeran datang melamarmu, mungkin Allah masih memberi kesempatan pada dirimu untuk memperbaiki diri menjadi muslimah sejati, memberi kesempatan untuk jadi aktivitas dakwah, memberi kesempatan untuk jadi tulang punggung keluarga terlebih dahulu. Dan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hidup kita selama kita memegang risalah Nya. Jangan pernah dengar apa kata orang dengan kesendirianmu, yang menjalani hidup ini adalah kita. Jadikan Al- qur'an sebagai panduan prilaku kehidupan kita dalam melangkah  bukan panduan yang ingin membuat kita tersesat jadi pengikut Syetan.

Sibukan diri kita menjadi bunga dakwah ( Buku, ngaji dan dakwah) di saat kita futur ada yang senantiasa mengingatkan langkah kita. Tipu daya syetan itu cerdik maka berhati-hatilah. Jangan sampai dirimu jadi hiasan rusak wahai para muslimah. Hanya seorang yang berhak memilikimu seutuhnya, yaitu pendamping hidupmu. Semoga kita mampu menjadi muslimah yang bisa menjaga ke istiqomahan kita. Amin ya rabbal alamin.

RUMAH TANGGA...OH...RUMAH TANGGA

Rumah tangga oh rumah tangga. Dengan segala macam problematika hadir menemani pejalanan. Begitu curahan teman-teman yang sudah menikah. Kadang pingin tersenyum kalau mereka sudah cerita tentang segala permasalahannya di rumah. Sampai hal terkecil mereka ceritakan. Tentang suami yang pingin selalu dilayani kayak raja. Tentang anak-anak yang seperti mobil yang dikit-dikit ngeng, karena menangis, tentang mertua yang menyebalkan dsb.

Kebanyakan mereka menikah lebih banyak mengandalkan cinta. Tak pernah terpikir bahwa suatu saat cinta akan menjadi hambar jika tak pintar merawatnya. Tak pernah terpikir bagaimana menghadapi anak-anak masa kini yang membutuhkan banyak ilmu untuk mendidik mereka. Tak pernah di pikirkan bagaimana mengambil hati mertua supaya sayang pada kita. Rumah tangga bukan satu hari-dua hari, tapi seumur hidup itulah harapan yang di inginkan oleh semua insan? Semuanya di biarkan mengalir seperti air, sementara air kebanyakan mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah.

Ketika badai datang menguji kebahagiaan nahkoda yang sedang di layari, tanpa pembekalan iman yang kuat karena sang nahkoda tak begitu handal membawa pelayaran menuju dermaga jannah Nya. Tak sedikit rumah tangga yang karam. Kemana cinta yang dulu selalu di dengungkan di setiap waktu, kemana rindu yang dulu selalu datang menggebu. Semuanya hilang tak berbekas. Dari cinta menggebu lantas menjadi musuh, dan anak-anak menjadi koraban ambisi ke egoisan para orang tua. Menjadi boneka-boneka yang selalu jadi bahan perebutan. Diracuni dengan pikiran negatif. Sehingga banyak anak korban penceraian  secara emosi  kurang stabil.

Wahai para calon ibu-ayah sama sekali tidak ada larangan untuk menikah di usia muda. Itu malah lebih bagus untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat  dengan menggenapkan separu Dien. Tapi belajarlah untuk dewasa secara berpikir dan emosi. karena menikah bukan untuk sesaat. Pertebal keimanan dengan banyak mengkaji islam agar rumah tangga tidak mudah goyah ketika uji. Sabarlah dalam rumah tangga karena kesabarab bagian dari perbendaharaaan Syurga. Saling memotivasi jika di antara salah satunya futur bukan saling mengompori hingga membuat tabung gas meledak. Bukankah intinya pernikahan saling melengkapi. Wanita dengan kelembutannya harus mampu menjadi penenang, dan laki-laki dengan kekuatannya harus mampu menjadi pelindung agar keluarga aman dan tentram dalam naungannya.

Saya pernah tanya-tanya pada ibu yang sudah menikah , kata mereka ketika suami dalam keadaan keimanan yang bagus dan penuh ghiroh sang istri merasa nyaman luar biasa. Tapi ketika ke imanan suami dalam ke adaan menurun rasanya pingin berpisah saja. Untuk sang istri jadilah motivator di saat keimanan sang suami menurun.

Sebisa mungkin jangan pernah ceritakan aib keluarga di depan teman-teman kita. Dengan mengatakan suami kita begini dan begitu. Setiap orang pasti ada ke kurangannya. Jadilah istri yang bisa memahami karakter sang suami. Di saat dia lelah jangan kita mengadu tentang permasalahan kita ke padanya. Redakan dulu lelahnya. Saya pernah dengar seorang ibu  di sebuah acara "Kontribusi wanita untuk Islam" Dia berkata: Di saat suami lelah terus kita  mengeluh, "Bi minggu depan Ummi harus ngisi seminar, gimana ya Bi, padahal Umi belum bikin persiapan apa-apa. harus bikin slide show, harus ini, harus itu dsb. Padahal si suami baru pulang kerja, masih cape. Harusnya di kasih air minum dulu kan tenang. Lebih bagus kalau belajar pada siti Mariyah perempuan teladan di zaman rasul sehingga Rasulullah menyarankan putrinya Fatimah untuk belajar padanya agar bisa menjadi istri yang shalehah.

Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah tapi belajarlah mengatasi masalah dalam rumah tangga. Sebisa mungkin sosialisasikan kesibukan kita pada anak-anak. Meski pun mereka masih kecil, tapi anak-anak sekarang sudah cerdas lho. Kalau kita sang aktivitas dakwah, ceritakan kesibukan kita pada mereka. Anak-anak bukanlah beban, tapi dia adalah teman yang bisa di jadikan sandaran dalam perjuangan.

Saya punya teman seorang Ibu yang aktivis dakwah, dia punya enam anak yang masih kecil dan dengan suaminya berjauhan. Suaminya di Kalimantan dan sang Istri di Sukabumi, tapi dia bisa menghandle anak-anaknya dengan baik. Yang selalu di ajak di kegiatan-kegiatan dakwah. Dan sang anak senang, ceria nggak rewel. Dan salutnya meski pun anak-anaknya masih kecil-kecil tapi memiliki jiwa pejuang calon mujahid-mujahid islam. Si Ibu bercerita bagaimana mendidik anak-anaknya dalam menerapkan syariah islam di rumah dan lingkungan. Dia selalu mensosialisasikan kegitan dakwahnya pada anak-anak sehingga si anak paham perjuangan Ibunya seperti apa.

Yupzs,bagi para patsuri dan calon patsuri belajar dan terus belajar daam segala hal agar rumah tangga yang kalian bina dan akan kalian bina tetap kokoh sampai hayat meskipun badai terus datang menghantam. Hanya ke imanan di dada yang menancap kuat, kita bisa mengatasi semua Problematika hidup. Karena Allah sebaik-baiknya penolong Mu.

KENAPA ISLAM YANG TERUS DISALAHKAN

Ketika Indonesia rusak akibat diterapkannya sistem aturan kapitalis, namun mengapa Islam yang selalu di persalahkan? 

Ketika para pejuang islam berbicara tentang penegakan khilafah islamiyah sebagai jalan keluar untuk memecah permasalahan yang membuat rusaknya negri ini di segala bidang kehidupan terutama degradasi moral yang merembet ke masalah hukum, perekonomian, pendidikan juga kebudayaan, kenapa harus khilafah yang dipersalahkan?  Padahal para penganut paham sekuler/liberal sangat ketakutan, mereka terus menerus melakukan serangan sistematis dengan menjelek-jelekan citra islam yang melanggar demokrasi dan HAM seperti yang dikeluarkan oleh The Rand corporation.

BAHAGIA MENJADI REMAJA TERASING

BAGIAN   SATU
Friends all,  jadi remaja terasing di sini bukannya kita kuper plus jadi remaja yang dapat stempel cap nggak gaul yang menarik diri dari pergaulan sekitar. Tapi remaja terasing disini sesuai dengan apa yang di gambarkan Rasulullah dalam hadisnya; “Islam bermula dalam keadaan asing dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing. (HR. Muslim)

TIPS HEMAT MENGELOLA KEUANGAN ALA MUSLIMAH



Arini tampak sibuk menghitung anggarannya untuk satu bulan kedepan, setelah di hitung semuanya tertera jumlah uang yang harus dikeluarkan , satu juta. Gadis itu memijit keningnya pusing padahal banyak anggran yang telah di kurangi tapi masih tetap memakan biaya tinggi karena meroketnya harga-harga. Dia masih berstatus sebagai single woment yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan gaji kurang dari dua juta di tambah aktive mencari sampingan. Lantas bagaimana dengan orang yang sudah berumah tangga pasti di buat pusing tujuh keliling. Arini kembali menghitung anggaran yang harus di keluarkan  untuk biaya kost, makan sebulan, biaya internet, beli beberapa buku, bayar langganan koran, tabloid, majalah tak ketinggalan fashion yang murah sebagai penunjang perform juga ditambah kecantikan. Belum kegiatan organisasi yang membutuhkan biaya, kegiatan dakwah dan infak perbulan. Biaya segitu sudah termasuk semua hal yang jauh dari aura kemewahan.
Berbeda dengan Silvi dia sama juga muslimah yang sudah bekerja tapi setiap menghadapi tanggal muda dia selalu dibuat pusing tujuh keliling. Seperti kata pribahasa gali lobang tutup utang. Setiap gajihan pasti uangnya habis buat bayar hutang dan selanjutnya dia di pusingin siapa yang bisa jadi inceran untuk di pinjami uangnya. Dari segi kehidupan memang dia termasuk gadis boros, perform selalu yang ber-merk padahal dia bukan termasuk aktivis seperi Arini tapi kehidupannnya selalu kurang dan kurang. Menabung adalah sesuatu hal yang tak pernah terpikirkan dalam agendanya.
Contoh-contoh diatas adalah sebuah gambaran betapa  kebutuhan dan gaya hidup membutuhkan solusi yang tepat untuk memanage keuangan dengan baik biar nggak di cap sebagai manusia yang boros. Dengan melakukan penghematan di segala hal bukannnya kita pelit, tapi hidup tidak hanya untuk hari ini. Jika besok sakit atau ada kepentingan yang membutuhkan biaya besar tanpa memiliki sebuah tabungan tentu akan susah dan merepotkan orang lain. Maka untuk melakukan penghematan  segala sesuatu harus di rencanakan terlebih dahulu supaya tidak tekor saat membelanjakan uang.
Ada tips-tiaps bagaimana cara mengelola keuangan agar lebih bijak, hemat dan efektif. Hal yang di utamakan adalah mengutamakan pengeluaran yang bersifat wajib dan tidak bisa di tunda. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang bisa di praktikan:
·         Memiliki Skala Prioritas
Prioritaskan hal yang paling penting untuk kebutuhan jasmani seperti kebutuhan pokok makan dan minum karena kebutuhan ini  wajib untuk di penuhi. Berapa anggaran yang harus di keluarkan tidak harus mewah tapi memenuhi standar gizi empat sehat lima sempurna.
·         Mengutamakan Pengeluaran Yang Sifatnya Reguler
Pengeluaran rutin perbulan berupa biaya untuk pengeluaran pulsa perbulan, beli buku-buku penunjang biar wawasan bertambah, biaya akses internet, ongkos untuk biaya dakwah pengeluarannya bisa di rinci dan di hitung tekan sehemat mungkin.
·         Mencari Alternatif
Dalam membelanjakan uang bisa memilih alternatif-alternatif yang menghemat pengeluaran. Sedikit menurunkan kualitas hidup mungkin tidak akan menjatuhkan harga diri yang terpenting bisa tetap eksis berkarya dan kebutuhan terpenuhi. Hidup pas-pasan, pas untuk makan, pas untuk jalan, pas untuk menimba ilmu, pas untuk berinfak kan masih mending ketimbang kekurangan.
·         Mencari Usaha Sampingan
Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan tentunya butuh mental yang kuat. Buang jauh-jauh deh rasa gengsi karena percuma gengsi di piara jika hidup terus-terusan sengsara. Ada banyak cara untuk mencari penghasilan tambahan yang bisa di intip di internet, bisnis apa yang lagi booming sekarang. Bisnis online, pulsa, kreditin baju, jual produk herbal atau lainnnya yang terpenting halal dan tidak mengganggu ativitas kerja. Syukur-syukur kalau bisnis itu bisa berkembang hingga bisa jadi batu loncatan untuk segera hengkang dari pekerjaan utama. Dan yang lebih asyik jika dari penghasilan tambahan itu kita semakin sering berinfak dan bisa melakukan aktivitas-aktivitas sosial laaiinnya.
·         Tulis Pengeluaran Yang Sudah Di Keluarkan
Menuliskan pendapatan dan pengeluaran dalam nota akan menjadi pengontrol yang baik dalam memanage keuangan. Pengeluaran tiap hari di catat sedetail mungkin sehingga akan tau berapa pengeluaran hari itu dan sisanya bisa untuk di tabung.
·         Berbelanjalah Sesuai Kebutuhan
Jangan membelanjakan uang pada sesuatu yang nggak penting sebelum ke luar rumah untuk pergi ke Mall, pasar atau tempat-tempat belanja lainnya di usahakan catat barang-barang apa saja yang kira-kira sangat di perlukan dan ingin di beli untuk menghindari membeli barang-barang yang sama sekali nggak di rencanakan dan nggak terlalu penting pemakaiannya. Tidak membawa ATM dan uang yang berlebihan akan cukup baik karena jika memiliki uang berlebih suka gatel ingin beli barang-barang yang di luar dugaan. Memang membutuhkan komitmen yang tinggi untuk melakukannya tapi bisa di coba agar tidak ter jebak pada pemborosan.
·         Di Usahakan Ada Anggaran Menabung Setiap Bulan
Kebanyakan orang menjadikan agenda menabung karena ada sisa anggaran, akan lebih baik jika menabung adalah sesuatu hal yang wajib. Melakukan investasi jangka pendek jika jumlahnya sudah besar kita bisa melakukan investasi bergerak yang akan bermampat di kemudian hari.  Dari tabungan tersebut mungkin nantinya bisa di jadikan modal usaha kecil-kecilan yang bisa menambah pendapatan kita  dan jika kita sakit atau ada keperluan yang tidak di sangka-sangka membutuhkan biaya yang cukup besar tabungan bisa di jadikan langkah yang efektif ketimbang harus hutang sana-sini untuk mencukupi kebutuhan.
Dengan pandai kita menghemat uang, semoga bisa terhindar dari pemborosan dan hidup kita menjadi berkualitas karena mengeluarkan sesuatu sesuai kebutuhannya. Selamat berhemat.